Perhutani KPH Cepu Utamakan Mutu dan Kualitas Kayu melalui Teknik Penebangan yang Tepat

CEPU, (09/10/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu terus berupaya menjaga mutu kayu melalui penerapan teknik penebangan yang tepat, aman, dan sesuai prosedur. Penebangan merupakan salah satu tahapan penting dalam pengelolaan hasil hutan karena berpengaruh terhadap kualitas fisik batang kayu dan nilai ekonomisnya. Oleh karena itu, ketelitian dan keterampilan tenaga tebang sangat diperlukan agar kayu yang dihasilkan tetap berkualitas dan dapat dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (8/10).

Dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan, mandor tebang memiliki peran penting dalam mengawasi proses penebangan, mulai dari tahap persiapan hingga pohon berhasil direbahkan. Pengamatan terhadap kondisi pohon, arah rebah, dan keadaan lingkungan sekitar menjadi bagian penting untuk mendukung kelancaran pekerjaan. Selain mengutamakan keselamatan tenaga kerja, proses penebangan harus dilakukan secara cermat guna mengurangi risiko kerusakan batang kayu yang dapat memengaruhi mutu hasil produksi.

Mewakili Administratur KPH Cepu, Mandor Tebang Sudiyoko menyampaikan bahwa penentuan arah rebah pohon merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas kayu. “Pengaturan arah rebah pohon untuk mencegah batang kayu pecah atau tersangkut dilakukan dengan menerapkan teknik takik rebah (undercut) dan engsel kayu (hinge wood) secara tepat. Dengan penerapan teknik yang benar, proses perebahan pohon dapat lebih terkendali sehingga risiko kerusakan batang kayu dapat diminimalkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sudiyoko menjelaskan bahwa kegiatan penebangan membutuhkan perencanaan dan perhitungan yang matang. Tenaga tebang harus memperhatikan kondisi batang, kemiringan pohon, arah rebah yang direncanakan, serta potensi hambatan di sekitar lokasi. Penerapan teknik penebangan yang sesuai diharapkan mampu mengurangi risiko batang pecah, kerusakan kayu, maupun pohon tersangkut sehingga kualitas hasil tebangan tetap terjaga.

Sementara itu, tenaga senso Sudarji menyampaikan bahwa keterampilan dan ketelitian dalam mengoperasikan gergaji mesin atau senso sangat berpengaruh terhadap hasil penebangan. Menurutnya, setiap tahapan pekerjaan harus dilaksanakan dengan memperhatikan prosedur kerja dan keselamatan. “Kami selalu berupaya melakukan penebangan dengan cermat, mulai dari persiapan peralatan, pembuatan takik rebah, hingga proses pemotongan batang. Tujuannya agar kayu tidak mengalami kerusakan yang tidak perlu dan kualitas hasil tebangan tetap terjaga,” ujar Sudarji.

Selain keterampilan tenaga tebang, pemeliharaan peralatan kerja dan pengawasan di lapangan juga menjadi faktor pendukung dalam menjaga mutu kayu. Peralatan yang layak digunakan, rantai senso yang terawat, serta koordinasi antara mandor tebang dan tenaga senso dapat membantu pekerjaan berjalan lebih efektif. Melalui penerapan prosedur yang tepat, potensi penurunan nilai kayu akibat kerusakan selama penebangan dapat ditekan sekaligus mendukung produktivitas dan keselamatan kerja.

Melalui penerapan teknik penebangan yang benar, Perhutani KPH Cepu terus berupaya menjaga mutu kayu sebagai bagian dari pengelolaan hutan yang bertanggung jawab. Sinergi antara mandor tebang dan tenaga senso menjadi unsur penting dalam menghasilkan kayu berkualitas, meminimalkan kerusakan, serta mendukung pengelolaan hasil hutan secara optimal. Upaya ini sekaligus menjadi wujud komitmen Perhutani dalam meningkatkan profesionalisme kerja dan menjaga nilai manfaat sumber daya hutan secara berkelanjutan.(Cpu/Pai)

Editor: Baim

Copyright ©️ 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *