Perhutani KPH Purwodadi Sosialisasikan Persiapan Tanaman 2026 Bersama Pesanggem di BKPH Pojok

PURWODADI, PERHUTANI (07/10/2026) |  Dalam rangka memastikan kesiapan pelaksanaan kegiatan tanaman tahun 2026 sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pojok melaksanakan sosialisasi bersama pesanggem di petak 12 D-1, RPH Karanggetas, BKPH Pojok, pada Senin (05/10).

Kegiatan tersebut membahas persiapan tanaman tahun 2026 pada lahan seluas 3,5 hektare dengan rencana penanaman jenis Jati JPP menggunakan jarak tanam 3 x 3 meter. Sosialisasi dilakukan sebagai bagian dari upaya menyamakan pemahaman antara Perhutani dan pesanggem mengenai tahapan persiapan tanaman, tata waktu pelaksanaan, teknis penanaman, serta ketentuan yang harus diperhatikan dalam pengelolaan lahan di kawasan hutan.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Perhutani BKPH Pojok memberikan arahan kepada pesanggem agar setiap tahapan persiapan tanaman dapat dilaksanakan sesuai ketentuan dan tata waktu yang telah ditetapkan. Pesanggem juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga tanaman pokok sejak tahap awal, termasuk menjaga kebersihan lahan, melakukan pemeliharaan secara tepat, serta menghindari kegiatan yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Pojok, Bambang Riantono, menyampaikan bahwa sosialisasi merupakan langkah penting untuk membangun kesamaan pemahaman antara Perhutani dan pesanggem sebelum kegiatan tanaman dilaksanakan.

“Sosialisasi ini kami lakukan untuk memastikan persiapan tanaman tahun 2026 di petak 12 D-1 dapat berjalan dengan baik, tertib dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami berharap pesanggem memahami tahapan kegiatan mulai dari persiapan lahan, penanaman hingga pemeliharaan tanaman. Keberhasilan tanaman bukan hanya menjadi tanggung jawab Perhutani, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kepedulian masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan,” ungkapnya Bambang Riantono.

Bambang menambahkan, keberadaan pesanggem memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan tanaman melalui pemeliharaan dan pengamanan tanaman di lapangan. Oleh karena itu, komunikasi dan koordinasi secara berkelanjutan perlu terus dilakukan agar kegiatan pengelolaan hutan dapat berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat dan prinsip kelestarian hutan.

“Melalui kerja sama yang baik, kami berharap tanaman Jati JPP yang direncanakan dapat tumbuh optimal. Selain memberikan manfaat bagi pengelolaan hutan di masa mendatang, keberhasilan tanaman juga menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi hutan agar tetap lestari, produktif dan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya,” tambahnya Bambang Riantono.

Sementara itu, Purwadi, selaku pesanggem petak 12 D-1 RPH Karanggetas, menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya, arahan dari Perhutani memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai persiapan dan tata cara pelaksanaan tanaman.

“Kami sebagai pesanggem siap mendukung kegiatan tanaman tahun 2026. Dengan adanya sosialisasi ini, kami menjadi lebih memahami apa saja yang harus dipersiapkan dan bagaimana menjaga tanaman setelah ditanam. Kami juga siap ikut menjaga tanaman dan kawasan hutan agar tetap aman dan terpelihara,” ujar Purwadi.

Kegiatan sosialisasi tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat komunikasi sosial antara Perhutani dan masyarakat sekitar hutan. Melalui komunikasi yang terbuka, diharapkan tercipta sinergi dalam menjaga keamanan kawasan, mendukung keberhasilan tanaman, serta mendorong tumbuhnya kesadaran bersama bahwa kelestarian hutan merupakan tanggung jawab seluruh pihak.

Rencana penanaman Jati JPP di petak 12 D-1 seluas 3,5 hektare dengan jarak tanam 3 x 3 meter diharapkan menjadi bagian dari kesinambungan pengelolaan sumber daya hutan secara berkelanjutan. Dengan persiapan yang matang dan dukungan pesanggem, kegiatan tanaman tahun 2026 diharapkan mampu menghasilkan tegakan yang sehat sekaligus menjaga fungsi ekologis hutan.

Perhutani KPH Purwodadi terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan melalui komunikasi, koordinasi dan pembinaan secara berkesinambungan. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang tidak hanya berorientasi pada keberhasilan tanaman, tetapi juga menjaga keseimbangan fungsi lingkungan, sosial dan ekonomi demi terwujudnya hutan yang lestari dan masyarakat yang sejahtera.

Editor  : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *