Perhutani Berdayakan Ekonomi Warga Sekitar Hutan melalui Produksi Getah Pinus

KEDU UTARA, (14/10/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara terus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat desa sekitar hutan melalui pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK), salah satunya melalui kegiatan penyadapan getah pinus. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan komoditas bernilai ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja dan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada kawasan hutan, Senin (12/10).

Salah satu kegiatan penyadapan getah pinus dilaksanakan di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Leksono, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, KPH Kedu Utara. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh kesempatan untuk bekerja secara produktif dengan memanfaatkan potensi hutan secara bertanggung jawab.

Pekerjaan penyadapan membutuhkan keterampilan, ketekunan, dan kedisiplinan. Para penyadap melakukan serangkaian kegiatan, mulai dari persiapan pohon, penyadapan, hingga pengumpulan getah yang selanjutnya digunakan sebagai bahan baku industri. Aktivitas tersebut memberikan nilai tambah bagi potensi hutan sekaligus mendukung perputaran ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Administratur KPH Kedu Utara, Dimyati, menyampaikan bahwa kegiatan penyadapan getah pinus merupakan salah satu bentuk pemanfaatan sumber daya hutan yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Perhutani berupaya mengoptimalkan potensi hasil hutan bukan kayu agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa sekitar hutan. Kami berharap kegiatan penyadapan getah pinus dapat terus membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat hubungan kemitraan antara Perhutani dan masyarakat,” ungkapnya.

Bagi para penyadap, pekerjaan ini menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Pendapatan yang diperoleh dari kegiatan penyadapan diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan ekonomi rumah tangga sekaligus mendorong kemandirian masyarakat.

Di sisi lain, pemanfaatan hasil hutan harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga kelestarian kawasan. Pelaksanaan penyadapan secara tertib, sesuai dengan ketentuan teknis, serta disertai kepedulian terhadap keamanan hutan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi.

Melalui kegiatan ini, Perhutani terus mendorong pengelolaan hutan yang memberikan manfaat berkelanjutan. Hutan tidak hanya berfungsi sebagai penyangga kehidupan dan lingkungan, tetapi juga menghadirkan peluang usaha serta sumber penghidupan bagi masyarakat.

Sinergi antara Perhutani dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan hutan yang lestari, masyarakat yang sejahtera, serta manfaat hutan yang dapat dirasakan secara berkelanjutan. (Kdu/Nurul)

Editor: Intan

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *