Perhutani KPH Pekalongan Timur Tingkatkan Produktivitas Getah Pinus melalui Pembinaan Penyadap di Randudongkal

PEKALONGAN TIMUR (21/10/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Randudongkal terus mengintensifkan pembinaan kepada para penyadap getah pinus untuk meningkatkan produktivitas hasil hutan bukan kayu. Kali ini, kegiatan pembinaan dilaksanakan di Desa Karangjambu dengan melibatkan 15 penyadap aktif yang berperan penting dalam mendukung pencapaian target produksi getah pinus.

Pembinaan rutin ini bertujuan meningkatkan koordinasi antara jajaran Perhutani dan para penyadap, sekaligus memberikan arahan mengenai peningkatan kualitas dan kuantitas hasil sadapan. Salah satu penyadap yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Turahno, bersama rekan-rekannya yang selama ini berkontribusi dalam produksi getah pinus di wilayah kerja BKPH Randudongkal.

Dalam kegiatan tersebut, para penyadap diberikan arahan mengenai pentingnya kedisiplinan dalam melakukan penyadapan, penerapan teknik penyadapan sesuai ketentuan, serta upaya menjaga kualitas getah yang dihasilkan. Selain itu, mereka diingatkan untuk tertib dalam mengumpulkan dan menyetorkan getah agar proses produksi berjalan efektif, terukur, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Kepala BKPH Randudongkal, Imron Ali Basach, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan pembinaan rutin tersebut. Menurutnya, komunikasi dan pendampingan kepada para penyadap merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas produksi sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.

“Pembinaan ini menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan kebersamaan dengan para penyadap. Kami berharap melalui kegiatan rutin ini, seluruh penyadap semakin termotivasi untuk meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas getah, serta menjalankan kegiatan penyadapan sesuai ketentuan. Peran aktif para penyadap sangat penting dalam mendukung pencapaian target produksi getah pinus,” ungkap Imron Ali Basach.

Ia menambahkan bahwa peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada aktivitas penyadapan, tetapi juga membutuhkan kedisiplinan, kerja sama, dan komitmen bersama antara petugas Perhutani dan para penyadap. Dengan koordinasi yang baik, berbagai permasalahan yang muncul di lapangan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti sehingga kegiatan produksi berjalan lebih optimal.

Bagi para penyadap, pembinaan rutin ini juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan kondisi dan kendala yang dihadapi selama bekerja. Melalui komunikasi dua arah, Perhutani berupaya membangun hubungan kerja yang harmonis sekaligus mendorong peningkatan kinerja para penyadap secara berkelanjutan.

Kegiatan pembinaan di Desa Karangjambu ini merupakan bagian dari komitmen Perhutani KPH Pekalongan Timur melalui BKPH Randudongkal untuk mengoptimalkan potensi getah pinus. Pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, kedisiplinan, dan semangat kerja para penyadap dalam mendukung keberhasilan produksi.

Dengan semangat kebersamaan dan kemitraan yang kuat, Perhutani optimistis produktivitas getah pinus dapat terus ditingkatkan sehingga memberikan manfaat bagi perusahaan maupun para penyadap yang menggantungkan penghasilan dari kegiatan tersebut. (Pkt/Ran)

Editor: Nasyia

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *