BALAPULANG (9/7/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang melalui jajaran Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kebandungan dan RPH Dukuh Bendol di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pengarasan dan BKPH Larangan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa sebagai upaya mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memasuki musim kemarau tahun 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengajak Pemerintah Desa Kebandungan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, untuk mengaktifkan kembali Masyarakat Peduli Api (MPA).
Perhutani menilai keberadaan MPA memiliki peran penting dalam upaya pencegahan kebakaran. Pada tahun sebelumnya, kelompok tersebut aktif mengikuti berbagai kegiatan, seperti sosialisasi pencegahan karhutla dan simulasi pemadaman api. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat menjadi lebih sigap dan tanggap sehingga apabila muncul titik api dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Kepala Desa Kebandungan Wirsad mengapresiasi sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Perhutani yang selama ini terus menjalin sinergi dengan pemerintah desa, termasuk menginisiasi pengaktifan kembali MPA.
“Selamat datang kepada jajaran Perhutani di Kantor Desa Kebandungan. Setelah pertemuan ini, kami akan segera membentuk kembali tim penanggulangan bahaya kebakaran. Selama ini kami selalu bekerja sama dengan Perhutani dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dalam kegiatan sosialisasi, pemasangan papan imbauan pencegahan kebakaran, serta berbagai kegiatan lainnya karena sebagian besar masyarakat kami tinggal di sekitar kawasan hutan KPH Balapulang,” terangnya.
Sementara itu, mewakili Administratur KPH Balapulang, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pengarasan Akhmad Supriyono menjelaskan bahwa di wilayah pangkuannya terdapat empat Resort Pemangkuan Hutan (RPH) yang berbatasan langsung dengan permukiman masyarakat. Selama ini, komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah desa, LMDH, serta masyarakat terjalin dengan baik.
“Melalui LMDH dan tokoh pemuda desa, kami rutin melaksanakan patroli bersama. Selain itu, masyarakat juga banyak membantu Perhutani dalam kegiatan persemaian, penanaman, maupun produksi. Memasuki awal musim kemarau ini, kami akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan,” pungkas Akhmad Supriyono.
Melalui koordinasi ini, Perhutani berharap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan semakin meningkat. Sinergi antara Perhutani, pemerintah desa, LMDH, MPA, dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan kawasan hutan yang aman, lestari, serta bebas dari ancaman kebakaran selama musim kemarau. (Bpl/Jul).
Editor : Ulfa
Copyright @2026
















Leave a Reply