BALAPULANG (19/6/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang bertujuan menyediakan data dasar yang akurat dan menyeluruh mengenai aktivitas usaha di Indonesia. Dalam rangka pendataan tersebut, petugas sensus melakukan koordinasi dengan Perhutani KPH Balapulang pada Jumat (19/06) guna memperoleh data terkait kondisi ekonomi masyarakat desa sekitar hutan yang menggantungkan mata pencahariannya pada sektor kehutanan dan pertanian di kawasan hutan.
Dalam kegiatan tersebut, petugas sensus melakukan pendataan mengenai jumlah penggarap lahan hutan atau pesanggem yang memanfaatkan lahan di bawah tegakan melalui sistem tumpangsari. Petugas Sensus Ekonomi 2026, Lala, menjelaskan bahwa data tersebut akan digunakan sebagai parameter dalam penyusunan kebijakan pembangunan serta pemetaan laju pertumbuhan ekonomi, khususnya di desa-desa yang berada di sekitar kawasan hutan.
Administratur KPH Balapulang Angkat Wijanto melalui Kepala Seksi Sumber Daya Hutan, Agraria, dan Komunikasi Perusahaan Djuli Kusnadi menerima kunjungan tim sensus di Kantor KPH Balapulang. Ia menjelaskan bahwa KPH Balapulang memiliki 61 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang tersebar di Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes serta secara aktif memberdayakan masyarakat desa sekitar hutan.
“KPH Balapulang terus menjalin kemitraan dengan LMDH maupun koperasi desa melalui skema Kerja Sama Kemitraan Kehutanan (KKS). Seluruh program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan,” jelas Djuli Kusnadi.
Ia menambahkan bahwa di sejumlah lokasi, masyarakat memanfaatkan lahan di bawah tegakan dengan menanam berbagai komoditas pertanian seperti jagung, padi, dan tanaman palawija lainnya yang turut membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Sementara itu, Ketua LMDH Desa Cibunar Toni Sugiharto mengapresiasi program-program yang dijalankan Perhutani KPH Balapulang karena selama ini selalu melibatkan masyarakat desa hutan dalam berbagai kegiatan pengelolaan hutan.
“Kami mengapresiasi Perhutani yang selama ini terus menggandeng masyarakat desa hutan dalam berbagai kegiatan, seperti penebangan, penanaman, maupun kegiatan kehutanan lainnya. Kami berharap Perhutani dapat terus berjalan bersama masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan,” ungkap Toni Sugiharto.
Melalui dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 ini, Perhutani KPH Balapulang berharap data yang dihasilkan dapat menjadi dasar yang kuat dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi masyarakat desa sekitar hutan, sekaligus mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan hutan yang produktif dan berkelanjutan. (Bpl/Jul).
Editor : Naya
Coopy right @ 2026
















Leave a Reply