KPH Kedu Selatan (18/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan terus berupaya meningkatkan kualitas hasil hutan bukan kayu melalui pengawasan mutu getah pinus di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Berta, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Banjarnegara. Komitmen tersebut diwujudkan dengan memastikan setiap pengiriman getah pinus ke Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) memenuhi standar mutu premium melalui pengawasan dan pengawalan ketat oleh staf penguji KPH Kedu Selatan, Maryono.
Kegiatan pengawasan mutu dilakukan untuk memastikan getah pinus yang dikirim memenuhi persyaratan kualitas yang telah ditetapkan, baik dari aspek kebersihan, kadar air, maupun tingkat kontaminasi material asing. Dengan mutu yang terjaga, diharapkan nilai jual getah pinus dapat meningkat sekaligus mendukung optimalisasi produksi gondorukem dan terpentin di PGT.
Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Berta, Narsiyo, menyampaikan bahwa keberhasilan menghasilkan getah pinus bermutu premium tidak terlepas dari kedisiplinan para penyadap dan petugas lapangan dalam menerapkan prosedur penyadapan, penampungan, serta pengangkutan getah.
“Setiap tahapan dilakukan dengan penuh ketelitian agar kualitas getah tetap terjaga hingga tiba di tujuan. Kedisiplinan para penyadap dan petugas lapangan menjadi kunci utama dalam menghasilkan getah pinus dengan mutu terbaik,” ujar Narsiyo.
Sementara itu, staf penguji KPH Kedu Selatan, Maryono, secara rutin melakukan pemeriksaan kualitas sebelum getah dimuat untuk dikirim ke PGT. Pengujian tersebut dilakukan guna memastikan tidak terdapat campuran kotoran maupun material lain yang dapat menurunkan kualitas produk.
Selain melakukan pemeriksaan, Maryono juga memberikan pembinaan kepada tenaga lapangan mengenai pentingnya menjaga mutu getah pinus sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing produk hasil hutan.
“Pengendalian mutu harus dilakukan secara konsisten mulai dari proses penyadapan hingga pengiriman. Dengan kualitas yang terjaga, hasil sadapan akan memiliki nilai ekonomi yang lebih baik dan mampu memenuhi kebutuhan industri pengolahan,” jelas Maryono.
Upaya peningkatan mutu getah pinus ini sejalan dengan komitmen Perhutani dalam meningkatkan produksi dan kelancaran distribusi hasil sadapan menuju PGT. Kualitas getah yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses pengolahan gondorukem dan terpentin yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi perusahaan maupun masyarakat sekitar hutan.
RPH Berta merupakan salah satu wilayah kerja BKPH Banjarnegara yang berada dalam pengelolaan KPH Kedu Selatan. Wilayah tersebut memiliki potensi tegakan pinus yang menjadi sumber utama produksi getah pinus untuk mendukung kebutuhan industri hasil hutan bukan kayu.
Melalui sinergi antara petugas lapangan, penyadap, dan staf penguji, Perhutani optimistis dapat terus mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas getah pinus yang dikirim ke PGT. Dengan demikian, target produksi dapat tercapai sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan dan kesejahteraan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan penyadapan getah pinus. (Kds/Bhs).
Editor: Lutfi Ardiansyah
Copyright © 2026
















Leave a Reply