Jaga Sumber Kehidupan, Perhutani Kedu Utara Edukasi Warga Kajoran Antisipasi Karhutla

KEDU UTARA (03/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara terus berupaya menjaga kelestarian hutan melalui pendekatan komunikasi sosial (komsos) dan edukasi kepada masyarakat desa hutan. Bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Ngudi Lestari, Perhutani melaksanakan kegiatan komsos dan edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat yang beraktivitas di kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Temanggal, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Magelang, Desa Pucungroto, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, pada Kamis (02/07).

Kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian kawasan hutan yang selama ini memberikan berbagai manfaat, baik dari aspek lingkungan, ekonomi, maupun sosial.

Dalam kegiatan tersebut, petugas Perhutani bersama pengurus LMDH menyampaikan pentingnya menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran, terutama pada musim kemarau ketika kondisi vegetasi lebih mudah terbakar. Masyarakat diimbau agar tidak menyalakan api di kawasan hutan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran maupun titik api.

Selain sebagai upaya perlindungan kawasan hutan, kegiatan komsos juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Perhutani dan masyarakat desa hutan yang selama ini menjadi mitra strategis dalam pengelolaan serta perlindungan kawasan hutan.

Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Magelang, Yulianto, menyampaikan bahwa keberhasilan menjaga kelestarian hutan tidak dapat dilakukan oleh Perhutani sendiri, melainkan memerlukan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat sekitar hutan.

“Hutan yang terjaga akan terus memberikan manfaat bagi masyarakat, mulai dari menjaga tata air, mencegah erosi, menjaga kualitas lingkungan, hingga membuka peluang kegiatan ekonomi bagi warga sekitar hutan. Karena itu, menjaga hutan sejatinya adalah menjaga sumber kehidupan bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan komunikasi sosial menjadi salah satu cara yang efektif untuk membangun kesadaran bersama sehingga masyarakat memiliki rasa tanggung jawab terhadap keberlangsungan kawasan hutan.

Sementara itu, Ketua LMDH Ngudi Lestari, Edi Purwanto, menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan pendampingan yang terus dilakukan Perhutani kepada masyarakat desa hutan.

Menurutnya, keberadaan hutan yang dikelola Perhutani telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, baik melalui kesempatan berusaha, pemanfaatan kawasan secara legal, maupun manfaat lingkungan yang dirasakan secara langsung oleh warga.

“Kami bersama masyarakat siap mendukung upaya Perhutani dalam menjaga kawasan hutan agar tetap lestari sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” katanya.

Melalui kegiatan komunikasi sosial dan edukasi tersebut, Perhutani bersama LMDH Ngudi Lestari berharap dapat membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga hutan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kehutanan, melainkan tanggung jawab bersama demi keberlanjutan manfaat hutan bagi masyarakat dan lingkungan. (Kdu/Nurul)

Editor: Ulfa

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *