Kemitraan Konservasi Makro: Cara Perhutani Amankan Ruang Tumbuh Lahan via Etnobotani

KEDU SELATAN (22/06/2026) | Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Pertemuan Forum Optimalisasi Kebun Raya dengan tema “Upaya Melindungi dan Melestarikan Tanaman Bernilai Etnobotani di Kebun Raya Heroespark Purworejo”, Kamis (18/06).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai organisasi perangkat daerah serta mitra eksternal baik secara luring maupun daring, di antaranya BRIDA Purworejo, Bappeda Purworejo, CDK Wilayah VIII, DINPORA, DINPAR, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, PT Geo Dipa Energi, Universitas Muhammadiyah Purworejo, STAINU Purworejo, serta Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup.

Dari Perum Perhutani KPH Kedu Selatan, hadir Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Niken Anggraini yang didampingi Kepala Sub Seksi Tanaman Danang Pardianto.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Adipura DLHP Kabupaten Purworejo ini menjadi wadah sinergi dalam memperkuat pengembangan kebun raya sebagai pusat konservasi, edukasi, penelitian, serta pelestarian keanekaragaman hayati lokal.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala BRIDA Provinsi Jawa Tengah Drs. Mohamad Arief Irwanto, M.Si. Dalam sambutannya disampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan Kebun Raya Heroespark Purworejo sebagai kawasan konservasi yang memiliki nilai strategis bagi pelestarian tumbuhan lokal dan kearifan budaya masyarakat.

Kepala DLHP Kabupaten Purworejo Wiyoto Harjono, S.T. menjelaskan potensi serta arah pengembangan tumbuhan bernilai etnobotani sebagai identitas Kebun Raya Heroespark. Menurutnya, pengembangan koleksi tumbuhan etnobotani menjadi upaya memperkuat karakter kebun raya melalui keterkaitan antara tumbuhan, sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal.

Administratur KPH Kedu Selatan, melalui Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Niken Anggraini, dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi terkait kolaborasi pelestarian tanaman bernilai etnobotani melalui kemitraan konservasi, serta pengelolaan keanekaragaman hayati dari aspek teknis silvikultur dan lingkungan.

Ia menjelaskan pentingnya pola tanam yang tepat sesuai kondisi tapak, termasuk pemanfaatan ruang tumbuh pada areal tegakan eksisting melalui pengelolaan bawah tegakan dengan tanaman empon-empon sebagai zona tanaman obat, serta pemanfaatan area terbuka dengan jenis tanaman lokal seperti nyamplung, durian, dan manggis yang juga dapat berfungsi sebagai sumber pakan hayati.

“Perhutani juga siap mendukung pengembangan Heroespark Purworejo melalui pertimbangan teknis, pendampingan SDM, serta dukungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL),” ujar Niken.

Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Kedu Selatan berharap sinergi lintas sektor dalam upaya konservasi tanaman bernilai etnobotani dapat semakin kuat. Edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting untuk menumbuhkan kesadaran bahwa pelestarian tanaman lokal merupakan tanggung jawab bersama demi keberlanjutan lingkungan dan pelestarian warisan budaya bangsa.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kekayaan hayati Indonesia serta mendorong partisipasi aktif dalam pelestarian tanaman etnobotani bagi generasi mendatang. (Kds/Bhs)

Editor: Hening

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *