BANYUMAS TIMUR (10/08/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur bergerak cepat menangani kebakaran hutan di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kaliputih, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jatilawang, pada Minggu (09/08/2026). Respons cepat dilakukan untuk mencegah api meluas dan meminimalkan dampak terhadap kawasan hutan.
Wakil Administratur KPH Banyumas Timur, Sindar Pasaribu, menyampaikan bahwa pengendalian kebakaran merupakan tanggung jawab bersama.
“Hutan ini manfaatnya dirasakan banyak pihak. Karena itu, menjaganya juga membutuhkan kepedulian bersama. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan personel, memperkuat koordinasi dengan aparat, dan mengajak masyarakat ikut menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran,” ungkapnya.
Kepala BKPH Jatilawang, Pratikno, mengatakan bahwa kecepatan respons menjadi prioritas ketika terjadi kebakaran.
“Begitu mendapat laporan, kami langsung bergerak menuju lokasi. Fokus kami adalah mengendalikan api secepat mungkin agar tidak meluas ke kawasan hutan lainnya. Penanganan juga kami lakukan bersama aparat dan masyarakat karena kondisi seperti ini membutuhkan gerak cepat dan kekompakan di lapangan,” ujarnya.
Penanganan bersama tersebut menjadi bagian penting dalam pengendalian kebakaran. Sebanyak 34 personel terlibat dalam proses pemadaman, terdiri atas 10 petugas Perhutani, dua anggota Polsek Cilongok, dua anggota Koramil Cilongok, lima petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan 15 masyarakat sekitar hutan.
Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam respons kebakaran. Informasi awal mengenai kejadian juga diterima Perhutani dari masyarakat. Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat sekitar memiliki posisi penting dalam mendukung deteksi dini terhadap gangguan di kawasan hutan.
Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Banyumas, Kombes Pol. Petrus P. Silalahi, mengapresiasi respons bersama dalam penanganan kebakaran tersebut.
“Penanganan kebakaran seperti ini membutuhkan respons yang cepat dan koordinasi antarpihak. Perhutani bersama unsur terkait sudah bergerak di lapangan untuk melakukan pemadaman. Dukungan masyarakat juga sangat membantu, terutama dalam memberikan informasi awal mengenai kejadian,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pencegahan tetap menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko kebakaran.
“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang menggunakan api, khususnya di sekitar kawasan hutan. Jika menemukan asap atau titik api, informasi harus segera disampaikan agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” katanya.
Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran jerami di lahan milik pribadi yang berada di sekitar kawasan hutan. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa sumber api di luar kawasan hutan tetap dapat menimbulkan risiko bagi hutan di sekitarnya.
Karena itu, Perhutani tidak hanya berfokus pada penanganan ketika kebakaran terjadi. Komunikasi dengan masyarakat dan aparat kewilayahan terus diperlukan untuk memperkuat pencegahan. Informasi yang diterima lebih awal dapat mempercepat pengambilan keputusan dan tindakan di lapangan.
Keberhasilan pemadaman di Kaliputih menjadi bukti pentingnya kesiapsiagaan dan kerja bersama. Perhutani KPH Banyumas Timur akan terus melakukan pemantauan dan meningkatkan koordinasi di wilayah kerja untuk menjaga kawasan hutan tetap aman. Hutan lestari bukan hanya dijaga saat api muncul, tetapi dimulai dari kepedulian untuk mencegahnya. (Byt/Mei).
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply