KEDU UTARA, TEMANGGUNG (04/05/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, terus mengintensifkan langkah preventif dan komunikasi sosial (komsos), dalam pengelolaan agroforestry kopi di Petak 20A, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Candiroto, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Candiroto.
Kegiatan ini, dilaksanakan bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Lestari, Desa Bejen, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung, pada Senin, (04/05), sebagai upaya menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan.
Pendekatan preventif dilakukan melalui pendampingan teknis budidaya kopi yang baik dan benar, mulai dari pemilihan bibit unggul, teknik penanaman, pemeliharaan, hingga panen dan pascapanen. Selain itu, Perhutani, juga menekankan pentingnya menjaga tegakan utama agar tetap lestari sehingga pola agroforestry berjalan seimbang antara fungsi ekologis dan ekonomi.
Kegiatan komsos menjadi kunci dalam membangun sinergi antara Perhutani, dan masyarakat desa hutan. Melalui dialog rutin, sosialisasi, serta pembinaan kelompok tani hutan, diharapkan tercipta kesadaran bersama untuk menjaga kawasan hutan dari berbagai gangguan, seperti perambahan maupun praktik pengelolaan yang tidak sesuai ketentuan.
Administratur, KPH Kedu Utara, melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Candiroto, Joko Supriyanto, menyampaikan bahwa pengelolaan agroforestry kopi tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga pada keberlanjutan ekosistem hutan.
“Perhutani, memastikan kegiatan agroforestry kopi ini, berjalan sesuai prinsip kelestarian. Dengan pola yang tepat, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi tanpa merusak hutan,” ujarnya.
Ia, menambahkan bahwa Perhutani, berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat agar hasil panen kopi meningkat, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, sehingga mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga Desa Bejen dan sekitarnya.
Sementara itu, Ketua LMDH Wana Lestari, Desa Bejen, Miswani, mengapresiasi dukungan dan pendampingan yang diberikan oleh Perhutani. Menurutnya, sinergi yang terjalin selama ini telah memberikan dampak positif, khususnya dalam peningkatan hasil panen kopi.
“Dengan adanya pembinaan dari Perhutani, kami menjadi lebih paham cara mengelola tanaman kopi dengan baik. Hasilnya pun mulai meningkat dan membantu perekonomian warga,” ungkapnya.
Agroforestry kopi di Petak 20A, RPH Candiroto, menjadi salah satu contoh nyata kolaborasi antara Perhutani, KPH Kedu Utara, dan masyarakat dalam mengelola kawasan hutan secara produktif dan berkelanjutan. Selain menghasilkan komoditas unggulan berupa kopi, kegiatan ini juga berperan dalam menjaga tutupan lahan serta mencegah degradasi hutan.
Ke depan, Perhutani, KPH Kedu Utara, bersama LMDH Wana Lestari, Desa Bejen, berencana terus mengembangkan potensi kopi melalui peningkatan kualitas produk, penguatan kelembagaan, serta perluasan akses pasar. Dengan demikian, agroforestry kopi tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi desa berbasis kehutanan yang berkelanjutan. (Kdu/Nurul)
Editor: Diono
Copyright © 2026















Leave a Reply