Perhutani KPH Purwodadi Perkuat Tata Kelola Hasil Hutan melalui Lacak Balak di BKPH Tumpuk

PURWODADI, PERHUTANI (2/07/2026) | Sebagai komitmen dalam mewujudkan tata kelola hasil hutan kayu yang tertib, akuntabel, transparan, dan berkelanjutan, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melaksanakan kegiatan Lacak Balak (Chain of Custody/CoC) di Petak 116A Tebangan A Jati Tahun 2026, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Teges, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tumpuk, pada Kamis (2/7).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata KPH Purwodadi bersama Tim Chain of Custody (CoC) KPH Purwodadi serta diikuti jajaran BKPH Tumpuk. Pelaksanaan lacak balak dilakukan dengan menelusuri kesesuaian antara kayu yang dipanen dengan dokumen administrasi, mulai dari pengecekan barcode tunggak di petak tebangan hingga proses pengangkutan. Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh hasil hutan kayu berasal dari sumber yang sah, terdokumentasi dengan baik, dan sesuai ketentuan pengelolaan hutan lestari.

Selain sebagai bagian dari sistem pengendalian internal perusahaan, lacak balak juga menjadi instrumen penting dalam menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap tata kelola hasil hutan Perhutani yang profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata, Aries Supriyanto menyampaikan bahwa kegiatan lacak balak merupakan salah satu upaya nyata Perhutani dalam memastikan seluruh proses produksi kayu berjalan sesuai prinsip legalitas dan kelestarian hutan.

“Lacak balak bukan sekadar pemeriksaan administrasi, tetapi merupakan bentuk komitmen Perhutani untuk menjamin bahwa setiap batang kayu yang dihasilkan dapat ditelusuri asal-usulnya secara jelas. Melalui kegiatan ini, kami memastikan pengelolaan hasil hutan dilakukan secara profesional, akuntabel, dan sesuai prinsip pengelolaan hutan lestari. Dengan tata kelola yang baik, manfaat hasil hutan dapat dirasakan secara optimal oleh negara, masyarakat sekitar hutan, sekaligus tetap menjaga kelestarian sumber daya hutan bagi generasi mendatang,” jelas Aries.

Ia menambahkan bahwa penerapan sistem Chain of Custody juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas tata kelola perusahaan, sehingga seluruh proses pemanfaatan hasil hutan memiliki kepastian legalitas dan memberikan nilai tambah bagi keberlanjutan usaha kehutanan.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Teges yang berada di sekitar kawasan hutan, Sutrisno, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Perhutani. Menurutnya, pengawasan yang dilakukan secara rutin memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa pengelolaan hutan dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab.

“Kami merasa bangga karena hutan di wilayah kami dikelola dengan baik. Adanya pemeriksaan seperti ini menunjukkan bahwa Perhutani benar-benar menjaga hasil hutan agar dikelola secara tertib dan tidak disalahgunakan. Harapan kami, hutan tetap lestari sehingga manfaatnya bisa terus dirasakan masyarakat melalui kesempatan kerja, kemitraan kehutanan, serta kelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan lacak balak secara konsisten, Perhutani KPH Purwodadi terus memperkuat sistem pengelolaan hasil hutan yang berintegritas, mendukung pengelolaan hutan lestari, serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian, kesejahteraan masyarakat sekitar hutan, dan kelestarian lingkungan.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *