PURWODADI, PERHUTANI (19/08/2026) | Dalam rangka memastikan pelaksanaan kegiatan tebangan berjalan sesuai ketentuan serta mendukung tata kelola hutan yang transparan dan akuntabel, Perhutani KPH Purwodadi melalui jajaran BKPH Karangasem melaksanakan monitoring dan evaluasi tebangan E Penjarangan di petak 30 C, RPH Peting, BKPH Karangasem, pada Selasa (18/08).
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada kawasan seluas 24 hektare dengan tegakan tanaman jati tahun tanam 2011 dan target produksi sebesar 100,854 m³. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan kegiatan tebangan, mulai dari pelaksanaan di lapangan hingga administrasi dan pengangkutan hasil tebangan, berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Karangasem Sri Purwanto, menyampaikan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dalam pengendalian kegiatan tebangan sekaligus upaya memperkuat penerapan Zero Fraud di lingkungan Perhutani.
“Monitoring dan evaluasi ini kami lakukan untuk memastikan kegiatan tebangan E Penjarangan berjalan sesuai ketentuan, baik dari sisi teknis, administrasi maupun volume hasil tebangan. Kami terus mendorong seluruh jajaran agar bekerja secara transparan, tertib dan bertanggung jawab sebagai bagian dari komitmen Perhutani dalam mewujudkan Zero Fraud,” ujar Sri Purwanto.
Menurutnya, kegiatan penjarangan juga memiliki fungsi penting dalam pengelolaan hutan lestari. Penjarangan dilakukan secara terencana dengan memperhatikan kondisi tegakan sehingga dapat memberikan ruang tumbuh yang lebih baik bagi pohon yang dipertahankan. Dengan demikian, produktivitas dan kesehatan tegakan dapat terus terjaga hingga akhir daur.
“Selain aspek produksi, kami tetap mengedepankan kelestarian hutan. Setiap kegiatan tebangan harus dilaksanakan berdasarkan perencanaan dan ketentuan teknis, sehingga fungsi ekologis kawasan hutan tetap terjaga. Pengawasan juga dilakukan secara berkelanjutan agar tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan di lapangan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran Perhutani melakukan pengecekan kondisi tebangan, kesesuaian petak dan luas areal, tegakan yang menjadi sasaran penjarangan, serta pencatatan hasil tebangan. Pengawasan tersebut menjadi langkah preventif untuk meminimalkan potensi penyimpangan dan memastikan seluruh proses dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, salah satu pengemudi truk pengangkut hasil tebangan, Andi, mengapresiasi pengawasan yang dilakukan Perhutani. Menurutnya, pemeriksaan dan pencatatan yang tertib membuat proses pengangkutan menjadi lebih jelas dan teratur.
“Kami sebagai pengemudi mengikuti ketentuan yang diberikan Perhutani. Setiap proses administrasi dan pengangkutan dilakukan sesuai arahan petugas. Dengan adanya pengecekan seperti ini, semuanya menjadi lebih tertib dan jelas,” ungkap Andi.
Penerapan Zero Fraud dalam kegiatan tebangan dan pengangkutan hasil hutan merupakan bagian dari komitmen Perhutani untuk membangun budaya kerja yang berintegritas. Pengawasan dilakukan secara berlapis guna memastikan kesesuaian antara kondisi lapangan, hasil tebangan, administrasi, serta proses pengangkutan.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, Perhutani KPH Purwodadi menegaskan komitmennya untuk mengelola sumber daya hutan secara profesional, transparan dan berkelanjutan. Kegiatan penjarangan tidak hanya diarahkan untuk mendukung pencapaian target produksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan tegakan, kelestarian hutan, serta keberlanjutan manfaat hutan bagi masyarakat dan lingkungan.
Editor : Diono
















Leave a Reply