Perhutani KPH Surakarta Perkuat Sinergi dalam Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Kabupaten Wonogiri

SURAKARTA (29/09/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) II Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kabupaten Wonogiri Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Wonogiri, Selasa (29/09). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Khayangan Setda Kabupaten Wonogiri tersebut diikuti oleh jajaran unsur Forkopimda, instansi lintas sektoral, akademisi dari LPPM Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, serta lembaga terkait.

Kegiatan strategis tersebut bertujuan mematangkan draf dokumen perencanaan penanggulangan bencana guna memperkuat sistem kesiapsiagaan dan mitigasi risiko secara komprehensif di wilayah Kabupaten Wonogiri.

Administratur Perhutani KPH Surakarta melalui Wakil Administratur, Yunasri, menyampaikan bahwa keterlibatan Perhutani dalam penyusunan dokumen perencanaan tersebut merupakan bentuk komitmen nyata untuk memperkuat sinergi lintas sektoral dalam mitigasi bencana alam dan perlindungan lingkungan.

Ia menambahkan bahwa kawasan hutan memiliki peran ekologis yang sangat vital sebagai penyangga hidrologi. Oleh karena itu, kolaborasi terpadu bersama pemerintah daerah dan instansi terkait sangat penting dalam merumuskan langkah-langkah antisipasi dini terhadap potensi bencana di wilayah Kabupaten Wonogiri.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri, F.X. Pranata, dalam pemaparannya mewakili pihak pengundang menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan aktif seluruh instansi serta pemangku kepentingan dalam penyusunan dokumen RPB tersebut.Pihaknya menegaskan bahwa penyusunan dokumen RPB yang komprehensif dengan melibatkan partisipasi multisektoral sangat penting untuk mewujudkan tata kelola penanggulangan bencana yang terpadu, terarah, dan berkelanjutan di Kabupaten Wonogiri.

Melalui FGD II ini, sinergi dan koordinasi antara Perhutani KPH Surakarta, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan diharapkan semakin solid dalam menghadapi potensi risiko bencana. Perencanaan yang matang diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penanggulangan bencana sekaligus melindungi keselamatan masyarakat dan kelestarian kawasan hutan. Seluruh elemen instansi juga terus didorong dan diajak untuk bersama-sama berkomitmen mendukung implementasi program mitigasi kebencanaan secara berkesinambungan.(Ska/Hfn)

Editor: Nisa

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *