Perhutani Mantingan Tanamkan Cinta Hutan Sejak Dini Lewat Edukasi Bibit Jati di TK Pertiwi Gaplokan

MANTINGAN (21/08/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan menanamkan kecintaan terhadap hutan sejak usia dini melalui edukasi pengenalan bibit jati kepada siswa-siswi TK Pertiwi Gaplokan, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, Jumat (21/08).

Kepala Resor Pemangkuan Hutan (KRPH) Gaplokan KPH Mantingan Agus Wiwit Isrona memberikan edukasi mengenai bibit Jati Plus Perhutani (JPP) sekaligus mengajak para siswa mengenal pentingnya menjaga kelestarian hutan. Kegiatan yang mengusung tema “Aku Cinta Pohon Jati” tersebut dilaksanakan di halaman Rumah Dinas (RD) Gaplokan, Desa Gaplokan, mulai pukul 08.00 WIB.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Sekolah TK Pertiwi Gaplokan Supartini, guru kelas Susilowati, Mandor RPH Gaplokan, serta dua Polisi Hutan (Polhut) Teritorial. Sebanyak 38 siswa-siswi TK A dan TK B mengikuti kegiatan dengan metode belajar sambil bermain.

Kepala Resor Pemangkuan Hutan (KRPH) Gaplokan KPH Mantingan Agus Wiwit Isrona mengenalkan bibit JPP berusia tiga bulan dengan mengajak siswa mengamati dan memegang langsung bagian daun, batang, dan akar. Para siswa juga mendapatkan penjelasan mengenai proses pertumbuhan pohon jati, mulai dari biji hingga menjadi bibit siap tanam melalui media gambar.

Selain itu, siswa mendapatkan kesempatan melakukan simulasi penanaman bibit jati di dalam polybag. Perhutani juga menyampaikan pesan “Satu Anak Satu Pohon” dengan mengajak setiap siswa menanam bibit di rumah bersama orang tua. Sebanyak satu bibit jati JPP diberikan kepada setiap siswa untuk dirawat dan ditanam di rumah.

Untuk memperkuat pesan konservasi, Perhutani mengajak para siswa menyampaikan yel-yel tentang larangan merusak pohon dan membakar hutan. Mandor RPH Gaplokan juga memberikan edukasi sederhana mengenai cara menyiram bibit yang baik agar dapat tumbuh dengan optimal.

Kepala Sekolah TK Pertiwi Gaplokan Supartini mengapresiasi kegiatan pembelajaran di luar kelas tersebut karena sejalan dengan implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka dengan tema “Gaya Hidup Berkelanjutan”. Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan, termasuk saat diajak mengenal pohon dan daun jati secara langsung.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan penanaman simbolis lima bibit jati di halaman Rumah Dinas Gaplokan oleh KRPH Gaplokan, kepala sekolah, dan perwakilan siswa.

Kepala Resor Pemangkuan Hutan (KRPH) Gaplokan KPH Mantingan Agus Wiwit Isrona mengatakan edukasi tersebut bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap hutan sejak usia dini sekaligus mengenalkan peran generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kita lakukan edukasi ke TK Pertiwi Gaplokan dan bertemu adik-adik TK. Saya membawa bibit jati JPP untuk mengenalkan daun dan batangnya. Tujuannya agar mereka mencintai hutan sejak kecil. Tadi anak-anak saya ajari menanam di polybag dan mereka sangat senang. Saya juga berpesan agar tidak memetik daun sembarangan dan tidak membakar sampah di hutan. Setiap anak saya beri satu bibit untuk ditanam di rumah bersama bapak dan ibu. Dua puluh tahun lagi bibit itu sudah menjadi pohon besar. Terima kasih Bu Supartini dan Bu Susilowati yang sudah mendukung kegiatan ini. Semoga anak-anak Gaplokan menjadi penjaga hutan,” ujar Agus Wiwit Isrona.

Sementara itu, Kepala Sekolah TK Pertiwi Gaplokan Supartini menyampaikan apresiasi kepada Perhutani yang telah memberikan edukasi langsung kepada para siswa mengenai bibit jati dan pentingnya mencintai lingkungan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Perhutani, khususnya Pak Wiwit selaku KRPH Gaplokan. Pagi ini anak-anak kami mendapatkan edukasi langsung tentang bibit jati. Kegiatan ini sejalan dengan P5 Kurikulum Merdeka karena anak-anak belajar mencintai lingkungan. Metodenya bagus karena anak-anak dapat memegang bibit dan menanam sendiri. Mereka menjadi paham bagaimana pohon tumbuh sejak kecil. Tadi setiap anak juga diberikan satu bibit untuk ditanam di rumah, kemudian difoto dan dikirim ke grup. Kami senang sekali. Semoga kerja sama ini terus berlanjut. Anak-anak TK sudah mengenal Perhutani dan mengenal pohon jati,” ungkap Supartini.

Edukasi bibit jati di TK Pertiwi Gaplokan merupakan bagian dari program “Perhutani Mengajar” KPH Mantingan untuk membangun generasi yang mencintai dan peduli terhadap hutan sejak usia dini. Pendekatan belajar sambil bermain dinilai efektif dalam menanamkan nilai-nilai konservasi kepada anak-anak di desa pangkuan hutan.

Administratur KPH Mantingan Rohasan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan KRPH Gaplokan dan menegaskan pentingnya regenerasi dalam menjaga kelestarian hutan.

“Menjaga hutan membutuhkan regenerasi. Semuanya dapat dimulai dari TK,” tegas Rohasan.

Kegiatan tersebut juga mendukung upaya pencapaian target FOLU Net Sink 2030 melalui peningkatan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menjaga serta meningkatkan tutupan lahan. (Mnt/Ism)

Editor: Nasyia
Copyright © 2026,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *