PEMALANG, (04/11/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pemalang melaksanakan kegiatan cutting test sebagai upaya menguji akurasi produksi kayu sekaligus melakukan persiapan awal tebangan habis A2 jati di Petak 31 A-3, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Mangunsari, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sokawati, Rabu (04/11).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Administratur KPH Pemalang, Her Nur Afandi, beserta jajaran, Penguji Tempat Penimbunan Kayu (TPK), kru mandor tebang, kru tenaga blandong, sejumlah pekerja bidang tebangan, serta perwakilan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Sari, Desa Tegal Sari Barat.
Administratur KPH Pemalang, Her Nur Afandi, menekankan pentingnya memastikan pelaksanaan tebangan tahun 2027 berjalan tertib, aman, dan sesuai standar, baik dalam aspek pengawasan maupun evaluasi hasil tebangan. Hal tersebut dilakukan agar target produksi dapat tercapai dengan baik. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan cutting test merupakan bagian dari kesiapan manajemen produksi hasil hutan Perhutani.
“Dengan persiapan yang telah kita lakukan ini, harapannya proses produksi tebangan jati dapat berjalan lancar tanpa kendala dan tertib administrasi. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi anggota LMDH agar mampu mendukung pencapaian target, sehingga Perhutani KPH Pemalang dapat memenuhi target yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sokawati, Sutrisno, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penyegaran sekaligus penyamaan pemahaman bagi para pelaksana di lapangan. Menurutnya, cutting test membantu mandor tebang dalam menentukan bagian batang pohon (bucking policy) secara tepat agar perolehan produksi kayu dapat maksimal dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Mangunsari, Casmito, menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan memberikan pemahaman mengenai teknik penebangan yang efisien dan aman, seperti cara memotong cabang yang menonjol, serta penerapan standar tertentu, termasuk Standar Nasional Indonesia (SNI), untuk memastikan mutu hasil hutan dan mendukung prinsip kelestarian.
Salah satu tenaga kerja yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Rasmono, mengaku bersyukur dapat dilibatkan dalam pelaksanaan cutting test.
“Kami merasa senang dan terbantu dengan adanya kegiatan ini karena dapat menambah penghasilan. Selain itu, kami juga ikut berperan dalam mendukung pengelolaan hutan agar berjalan dengan baik dan teratur,” ungkapnya.
Ketua LMDH Wana Sari, Kusnendi, turut menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai cutting test penting untuk mengetahui potensi perolehan produksi kayu sesuai target yang telah ditetapkan. Selain itu, anggota LMDH juga memanfaatkan limbah kayu sebagai alternatif bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari sebagai pengganti gas.
“Kegiatan cutting test ini penting agar kita mengetahui perolehan produksi yang telah ditetapkan. Kami bersama anggota LMDH juga memanfaatkan limbah kayu sebagai alternatif bahan bakar sehari-hari pengganti gas,” tuturnya.
Melalui pelaksanaan cutting test tersebut, Perhutani KPH Pemalang berharap kegiatan tebangan tahun 2027 dapat berjalan secara optimal, terencana, dan sesuai standar yang berlaku. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Perhutani dalam menjaga kualitas produksi kayu dengan tetap mengedepankan prinsip kelestarian hutan serta pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. (Pml/Sks)
Editor: Baim
Copyright ©️ 2026














Leave a Reply