Siasat Taktis Sholehan Masuk Majenang Guna Kunci Pengamanan Hutan Lereng Cilacap

BANYUMAS BARAT (13/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat terus memperkuat sinergi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan di tingkat kewilayahan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pertemuan koordinasi strategis bersama Pemerintah Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, guna menyelaraskan program pengelolaan hutan dengan pembangunan wilayah demi mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

Administratur/Kepala KPH Banyumas Barat, Herry Merkussiyanto Putro, diwakili oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wanareja, Sholehan, didampingi Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Wanareja, Sutedjo. Rombongan Perhutani diterima langsung oleh Camat Majenang, Aji Pramono,  di ruang kerjanya.

Pertemuan berlangsung hangat dan produktif dengan membahas berbagai isu strategis terkait pengelolaan kawasan hutan. Fokus pembahasan meliputi mitigasi bencana alam, penanganan gangguan keamanan hutan (gukamhut), serta optimalisasi pemanfaatan kawasan hutan melalui program kemitraan bersama masyarakat. Mengingat wilayah Majenang memiliki kondisi topografi yang cukup dinamis, koordinasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Administratur/Kepala KPH Banyumas Barat, Herry Merkussiyanto Putro, melalui Kepala BKPH Wanareja, Sholehan, menyampaikan bahwa keberhasilan pengelolaan hutan tidak dapat dicapai tanpa dukungan seluruh pemangku kepentingan, khususnya pemerintah daerah.

“Perhutani tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga kelestarian hutan. Sinergi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar pengelolaan hutan dapat berjalan secara optimal. Melalui koordinasi ini, kami berharap hubungan baik yang telah terjalin semakin kuat sehingga berbagai program pengelolaan hutan dan pemberdayaan masyarakat dapat terlaksana dengan baik,” ujar Sholehan.

Sementara itu, Camat Majenang, Aji Pramono, mengapresiasi inisiatif Perhutani dalam membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan. Menurutnya, pembangunan wilayah dan pelestarian hutan merupakan dua aspek yang saling mendukung dan harus dijalankan secara beriringan.

“Kami siap mendukung program-program Perhutani yang sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dan Perhutani akan memberikan manfaat yang lebih besar, baik dalam aspek pembangunan maupun perlindungan kawasan hutan,” ungkap Aji Pramono.

Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Rimba Lestari, Sugiyanto, turut menyambut baik pertemuan tersebut. Ia berharap koordinasi yang semakin erat antara Perhutani dan pemerintah daerah dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat desa hutan.

“Kami berharap sinergi antara Perhutani dan pemerintah daerah terus diperkuat. Masyarakat siap mendukung program-program pengelolaan hutan yang berkelanjutan karena kelestarian hutan juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar,” kata Sugiyanto.

Melalui pertemuan ini, Perhutani KPH Banyumas Barat dan Pemerintah Kecamatan Majenang berkomitmen meningkatkan intensitas komunikasi, koordinasi, dan patroli bersama di kawasan hutan yang rawan gangguan maupun bencana. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan pengelolaan hutan yang aman, lestari, dan berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. (Byb/Twn)

Editor: Hening

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *