Taktik Jitu KPH Kendal Buka Penawaran Terbuka demi Pacu Optimalisasi Hasil Hutan Bukan Kayu

KENDAL (23/07/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sojomerto terus mengoptimalkan pendapatan dari sektor Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dengan menggelar lelang terbuka buah kapuk randu. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperoleh nilai jual terbaik melalui proses yang transparan, kompetitif, dan akuntabel, sekaligus mendukung peningkatan pendapatan perusahaan serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar hutan.

Optimalisasi pemasaran HHBK melalui mekanisme lelang juga sejalan dengan upaya Perhutani dalam memperkuat tata kelola pemasaran produk hasil hutan bukan kayu. Kegiatan lelang dilaksanakan di Kantor BKPH Sojomerto pada Kamis (23/07), dipimpin langsung oleh Kepala BKPH Sojomerto dan dihadiri jajaran manajemen KPH Kendal serta sejumlah pedagang lokal buah kapuk randu.

Mewakili Administratur KPH Kendal, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sojomerto, Susharyono, menyampaikan bahwa buah kapuk randu merupakan salah satu komoditas HHBK yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi menjadi sumber pendapatan perusahaan di luar hasil hutan kayu. Melalui mekanisme lelang terbuka, diharapkan tercipta persaingan usaha yang sehat sehingga menghasilkan harga terbaik bagi Perhutani sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Kami berkomitmen mengelola potensi Hasil Hutan Bukan Kayu secara profesional. Lelang terbuka ini merupakan bentuk transparansi dalam pemasaran hasil hutan bukan kayu sekaligus upaya mengoptimalkan pendapatan perusahaan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh tahapan pelaksanaan lelang dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Hasil lelang diharapkan mampu meningkatkan kontribusi pendapatan dari sektor HHBK sekaligus mendorong pemanfaatan potensi buah kapuk randu secara berkelanjutan.

Sementara itu, salah satu peserta sekaligus pemenang lelang, Tuyaman, pedagang asal Desa Sukorejo, Kabupaten Kendal, mengapresiasi pelaksanaan lelang terbuka yang dinilai memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh pelaku usaha untuk mengikuti proses penawaran secara adil dan transparan.

“Kegiatan lelang ini sangat baik karena dilaksanakan secara terbuka dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta. Dengan proses yang transparan, hasil lelang dapat diterima dengan baik oleh semua pihak,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Kendal berharap pemanfaatan buah kapuk randu sebagai komoditas HHBK dapat terus berkembang, memberikan nilai tambah bagi perusahaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan, serta tetap menjaga kelestarian sumber daya hutan secara berkelanjutan. (Knd/Mwn).

Editor: Hening

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *