KENDAL (02/11/2026) | Komandan Kodim (Dandim) 0715 Kendal dan Ketua Indonesia Off-Road Federation (IOF) Pengurus Daerah (Pengda) Jawa Tengah bersama jajaran melepas peserta kategori 4×4 Fun Winching dalam gelaran Jeguran Paseduluran Kendal Adventure Offroad 2026 – Satu DeXade. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Hutan Darupono, wilayah KPH Kendal, pada Minggu (01/11).
Pelepasan peserta ditandai dengan foto bersama di depan latar utama bertuliskan “SATU DEXADE” dengan ikon X sebagai simbol perjalanan 10 tahun Jeguran Paseduluran Kendal. Tampak hadir panitia JPKAO, Ketua IOF Pengda Jawa Tengah, Dandim 0715 Kendal, perwakilan Perhutani KPH Kendal, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Darupono. Mereka berpose dengan salam silang berbentuk X yang menjadi ciri khas kegiatan tersebut, dengan slogan “Seko Lumpur Dadi Sedulur”.
Event yang diselenggarakan oleh IOF 4×4 Pengurus Cabang (Pengcab) Kendal ini merupakan perayaan satu dekade eksistensi komunitas dengan mengusung semangat persaudaraan. Tahun ini, selain kategori Fun Winching 4×4, kegiatan juga diisi dengan penggalangan dana kemanusiaan untuk pengadaan ambulans rescue.
Dandim 0715 Kendal, Letkol Inf. Ade Sohali, mengapresiasi kegiatan positif yang memadukan olahraga otomotif ekstrem, pelestarian hutan, dan misi sosial. Ia berharap kegiatan ini dapat mempererat sinergi antara TNI, Polri, Perhutani, pemerintah daerah, IOF, dan masyarakat sekitar Hutan Darupono.
“Kegiatan ini bukan sekadar hobi otomotif. Ini adalah wujud sinergi positif antara komunitas offroad, TNI, Polri, Perhutani, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar hutan. Melalui offroad, kita ikut mempromosikan wisata hutan, menjaga kelestarian alam, dan yang paling penting, menjalankan misi kemanusiaan. Pada kesempatan ini, saya mengajak seluruh peserta untuk tetap mengutamakan keselamatan dan kelestarian hutan. Gunakan helm, sabuk pengaman, periksa kendaraan, dan patuhi arahan marshal. Keselamatan dan persaudaraan adalah yang utama. Safety No Compromise,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan keinginannya untuk merasakan langsung tantangan jalur offroad Hutan Darupono bersama jajaran dan peserta kategori fun.
“Hari ini, saya sendiri juga ingin merasakan langsung sensasi trek legendaris Darupono ini. Saya ingin mencoba offroad bersama jajaran dan peserta fun, merasakan bagaimana rasanya bersatu dengan lumpur untuk benar-benar menjadi sedulur,” tambahnya.
Administratur KPH Kendal melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Boja, Sucipto, menyampaikan bahwa Hutan Darupono merupakan hutan produksi sekaligus hutan wisata alam. Menurutnya, kegiatan offroad berskala besar seperti ini menjadi salah satu sarana untuk mempromosikan potensi hutan Kendal agar semakin dikenal, dengan tetap menjaga kelestariannya.
“Kami melihat event JPKAO dari tahun ke tahun semakin profesional, tertib, dan memiliki misi sosial yang kuat. Ini adalah contoh kemitraan ideal antara komunitas, TNI-Polri, dan Perhutani. Selamat menikmati keindahan dan tantangan trek Hutan Darupono. Selamat berpetualang dan selamat bersilaturahmi,” ungkapnya.
Wakil Ketua IOF Pengda Jawa Tengah, H. Hasyim Trijoko, S.E., menyampaikan bahwa 10 tahun bukanlah perjalanan singkat. JPKAO-IOF Pengcab Kendal telah membuktikan konsistensinya. Dari komunitas kecil yang memiliki hobi bermain lumpur, kini berkembang menjadi salah satu pengurus cabang yang solid, aktif, dan guyub di Jawa Tengah.
“Tagline ‘Seko Lumpur Dadi Sedulur’ ini bukan sekadar kata-kata, tetapi sudah menjadi roh dan budaya. Mari kita sukseskan Satu DeXade ini. Mari kita gas dengan gembira, sportif, dan penuh semangat persaudaraan. Salam Offroad, Go … Go … Go …,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Kendal bersama IOF, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat memperkuat sinergi dalam mempromosikan potensi wisata Hutan Darupono sekaligus mengampanyekan kepedulian terhadap kelestarian hutan dan kegiatan kemanusiaan.(Kdl/Tmy)
Editor: Febby
Copyright © 2026
















Leave a Reply