SURAKARTA (30/04/2026) | Upaya pengembangan komoditas tebu berbasis agroforestry terus diperkuat melalui kegiatan pengecekan lapangan yang dilakukan oleh Perhutani BKPH Tangen bersama PG Trangkil Pati di petak 60a RPH Blontah pada Senin (28/04). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Agroforestry Tebu Mandiri (ATM) yang mengintegrasikan budidaya tebu dengan pengelolaan kawasan hutan secara lestari. Selain meningkatkan produktivitas lahan, pola ini juga diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat tanpa mengganggu fungsi utama hutan.
Administratur Perhutani KPH Surakarta melalui Kepala BKPH Tangen, Mastur, menyampaikan bahwa program agroforestry tebu menjadi salah satu solusi dalam optimalisasi pemanfaatan lahan hutan produksi. “Kami mendorong pola tanam yang tetap menjaga keseimbangan ekosistem, sehingga selain memberikan manfaat ekonomi, juga tidak mengurangi fungsi lindung kawasan. Kolaborasi dengan PG Trangkil ini menjadi langkah strategis dalam memastikan pengelolaan berjalan sesuai prinsip keberlanjutan,” ujarnya.
Perwakilan PG Trangkil Pati, Hima, mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan Perhutani dalam pengembangan tebu berbasis kemitraan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan pengecekan ini bertujuan untuk memastikan kualitas tanaman, kondisi lahan, serta kesiapan produksi. “Kami melihat potensi yang cukup baik di kawasan ini, baik dari sisi pertumbuhan tanaman maupun dukungan lingkungan. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus memberikan manfaat bagi petani hutan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan program Agroforestry Tebu Mandiri dapat terus berkembang dan menjadi model pengelolaan hutan yang produktif dan berkelanjutan. Ke depan, kolaborasi antara Perhutani, industri, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan ekonomi, serta pelestarian lingkungan secara seimbang. (Ska/Mar)
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply