Perhutani KPH Kendal Siapkan Demplot Mete untuk Dukung Ketahanan Pangan dan Ekonomi Masyarakat

KENDAL, (05/10/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (Distanak) Provinsi Jawa Tengah serta Distanak Kabupaten Kendal melaksanakan pengecekan calon lokasi Kawasan Pengelolaan Sosial (KPS) untuk demplot tanaman mete di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sojomerto, Senin (05/10).

Kegiatan pengecekan dilaksanakan di Petak 42B3 seluas 1,0 hektare yang masuk dalam wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sojomerto Timur, Desa Triharjo, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal. Kegiatan tersebut dihadiri tiga orang dari Distanak Provinsi Jawa Tengah, lima orang dari Distanak Kabupaten Kendal, satu orang perwakilan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Kepala RPH Sojomerto Timur, serta satu orang petugas Polisi Kehutanan (Polhut) dari Perhutani KPH Kendal.

Berdasarkan hasil pengecekan, lokasi KPS di Petak 42B3 seluas 1,0 hektare tersebut dinyatakan layak untuk dijadikan demplot tanaman mete. Lokasi tersebut dinilai memiliki kondisi lahan yang sesuai dan akses yang memadai untuk pengembangan tanaman mete sebagai komoditas produktif kehutanan.

Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sojomerto, Susharyono, menyampaikan bahwa kegiatan demplot tanaman mete merupakan bentuk sinergi antara Perhutani dan pemerintah daerah dalam rangka mendukung program ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan melalui tanaman bernilai ekonomis.

“Untuk realisasi penanaman demplot mete ini masih menunggu bantuan bibit dan petunjuk teknis dari Dinas Provinsi Jawa Tengah,” jelasnya.

Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sojomerto Timur, Rudito, menyampaikan bahwa lokasi Petak 42B3 sebelumnya telah dilakukan pembersihan dan persiapan lahan secara swakelola bersama LMDH setempat. Menurutnya, kondisi lahan seluas 1,0 hektare tersebut cukup subur dan sesuai untuk tanaman mete.

“Kami bersama LMDH sudah menyiapkan KPS. Rencana jarak tanam 5 x 5 meter agar pertumbuhan tanaman mete optimal dan lahan masih dapat dimanfaatkan untuk tumpang sari dengan tanaman pangan. Kami siap mendukung penuh dan mengamankan lokasi demplot ini sampai realisasi penanaman dari Dinas Provinsi Jawa Tengah,” tambahnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat melalui LMDH dalam kegiatan demplot tersebut sangat penting agar ke depan tanaman mete dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi warga Desa Triharjo.

Dengan adanya demplot tanaman mete tersebut, diharapkan dapat menjadi contoh atau pilot project bagi masyarakat sekitar hutan dalam memanfaatkan lahan di bawah tegakan dengan tanaman yang memiliki nilai jual tinggi. (Kdl/Tmy)

Editor: Baim

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *