Audit Lapangan TSCS Perkuat Komitmen Perhutani terhadap Tata Kelola Wisata Berbasis Kelestarian

SEMARANG, (05/05/2026) | Sebagai bagian dari upaya monitoring dan evaluasi pengelolaan kawasan wisata hutan, Tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melaksanakan kunjungan lapangan ke kawasan wisata Top Selfie Cemara Sewu (TSCS) yang berada di wilayah kerja Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang, tepatnya di wilayah BKPH Penggaron, Desa Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Selasa (05/05).

Kegiatan tersebut dihadiri Administratur KPH Semarang beserta jajaran, pengurus Koperasi Wana Lestari, Tim BPKP, serta Tim Pengawalan Audit Divisi Regional Jawa Tengah yang melakukan peninjauan langsung di area wisata TSCS.

Kunjungan lapangan tersebut dilaksanakan dalam rangka audit pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengelolaan wisata antara Perhutani KPH Semarang dengan mitra pengelola. Dalam kegiatan tersebut, Tim BPKP melakukan pengecekan langsung terhadap pelaksanaan kerja sama guna memastikan kesesuaian dengan hak dan kewajiban sebagaimana tercantum dalam PKS yang telah disepakati bersama.

Dalam pelaksanaannya, Tim BPKP melakukan diskusi bersama perwakilan Pengurus Koperasi Wana Lestari selaku mitra pengelola wisata TSCS. Diskusi membahas pelaksanaan kerja sama, pengelolaan operasional wisata, serta kondisi lapangan di kawasan wisata. Selain itu, tim juga melakukan peninjauan terhadap fasilitas dan sarana penunjang yang ada di lokasi wisata.

Perwakilan Tim BPKP menyampaikan bahwa kunjungan lapangan penting dilakukan untuk melihat kesesuaian antara isi Perjanjian Kerja Sama dengan kondisi riil di lapangan.

“Melalui kegiatan ini, kami dapat melihat secara langsung bagaimana pelaksanaan kerja sama pengelolaan wisata dijalankan. Peninjauan lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan yang berjalan telah sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku,” ujarnya.

Sementara itu, Administratur KPH Semarang, Misa Ekaristi menyampaikan bahwa Perhutani mendukung penuh proses monitoring dan evaluasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola wisata hutan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.

“Perhutani berkomitmen menjaga pelaksanaan kerja sama pengelolaan wisata agar tetap berjalan sesuai ketentuan, sehingga keberadaan wisata hutan dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan tersebut, pelaksanaan kerja sama pengelolaan wisata di kawasan TSCS diharapkan dapat berjalan lebih optimal, tertib, serta tetap sesuai dengan ketentuan dan kesepakatan yang telah ditetapkan bersama. (Smg/Noe)

Editor: Diono

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *