PEMALANG (02/07/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pemalang melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sokawati melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pengarahan kepada kru tenaga tebang di Petak 101E, wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kaliwadas, Rabu (01/07). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman kru tebang mengenai prosedur kerja, keselamatan kerja, serta komitmen terhadap pengelolaan hutan yang lestari.
Kegiatan diikuti oleh jajaran BKPH Sokawati bersama kru tenaga tebang yang akan melaksanakan kegiatan tebangan jati di Petak 101E. Petak tersebut merupakan areal tebangan habis (A2) kayu jati di wilayah RPH Kaliwadas dengan luas sekitar 9,9 hektare dan target produksi sebesar 941,022 meter kubik yang masuk dalam rencana tebangan tahun berjalan.
Dalam kegiatan tersebut, petugas BKPH Sokawati memberikan materi mengenai teknik penebangan yang benar, penerapan standar keselamatan kerja, disiplin operasional di lapangan, serta pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. Kru tebang juga diingatkan agar selalu mematuhi ketentuan perusahaan serta menjaga kelestarian tegakan tinggal dan lingkungan sekitar.
Mewakili Administratur KPH Pemalang, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sokawati Sutrisno menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi dan pengarahan merupakan bagian penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tebangan.
“Kegiatan sosialisasi dan pengarahan ini kami lakukan untuk memastikan seluruh kru tebang memahami prosedur kerja, standar keselamatan, serta komitmen Perhutani dalam pengelolaan hutan lestari. Dengan pemahaman yang baik, kami berharap kegiatan tebangan dapat berjalan aman, tertib, dan sesuai rencana produksi,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kaliwadas Mubasir menekankan pentingnya kedisiplinan dan kerja sama antara petugas lapangan dengan kru tenaga tebang.
“Kami berharap seluruh kru tebang dapat menerapkan arahan yang telah disampaikan, khususnya terkait keselamatan kerja dan ketelitian dalam proses penebangan. Sinergi yang baik di lapangan akan mendukung keberhasilan kegiatan tebangan sekaligus menjaga kondisi hutan tetap terpelihara,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang kru tenaga tebang asal Desa Kaliwadas, Sarjo, menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut.
“Kami merasa terbantu dengan adanya sosialisasi ini. Arahan dari petugas membuat kami lebih memahami cara kerja yang aman dan benar. Semoga kegiatan tebangan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi kami semua,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Perhutani menegaskan komitmennya untuk melaksanakan kegiatan tebangan secara profesional, aman, dan sesuai prinsip pengelolaan hutan lestari, sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan. (Pml/Sks).
Editor: Naya
Copyright © 2026
















Leave a Reply