Perhutani Kembangkan Agroforestri Kopi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Kelestarian Hutan

PEKALONGAN BARAT, TEGAL (03-07-2026) | Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan sekaligus menjaga kelestarian hutan, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat menjalin kerja sama pengembangan agroforestri kopi bersama mitra warga Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Guci, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bumijawa. Di sela-sela kegiatan lapangan, manajemen KPH Pekalongan Barat melakukan kunjungan ke lokasi kerja sama tersebut pada Rabu (01/07).

Kerja sama agroforestri kopi ini merupakan salah satu bentuk implementasi pengelolaan hutan yang mengedepankan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Melalui penanaman kopi di bawah tegakan hutan, masyarakat memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pendapatan tanpa mengurangi fungsi utama kawasan hutan sebagai penyangga kehidupan.

Administratur/Kepala KPH Pekalongan Barat Maria Endah Ambarwati menyampaikan bahwa program agroforestri menjadi solusi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan hutan.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi dari budidaya kopi, sementara kelestarian hutan tetap terjaga. Pengelolaan hutan harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek konservasi,” ujarnya.

Program agroforestri kopi merupakan salah satu pendekatan yang terus dikembangkan Perhutani untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan sekaligus mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan.

Kerja sama tersebut melibatkan kelompok mitra dari Desa Sigedong yang selama ini menjadi bagian dari masyarakat sekitar kawasan hutan. Dengan adanya kemitraan ini, warga memperoleh akses legal untuk memanfaatkan lahan di bawah tegakan melalui budidaya kopi sesuai ketentuan yang berlaku, disertai kewajiban menjaga tegakan, memelihara tanaman kehutanan, serta ikut menjaga keamanan kawasan hutan.

Sementara itu, Direktur CV Adhyasta Wahana Cipta Abdul Basir menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, budidaya kopi memberikan harapan baru bagi masyarakat karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

“Kami siap mendukung program Perhutani dengan menanam dan merawat kopi sesuai aturan yang berlaku. Harapannya, hasil panen nantinya mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus menjaga hutan tetap lestari,” ungkapnya.

Selain memberikan manfaat ekonomi, pengembangan agroforestri kopi juga diharapkan mampu mengurangi praktik budidaya tanaman semusim di kawasan hutan yang berpotensi meningkatkan risiko kerusakan lahan. Perhutani sebelumnya juga telah mendorong masyarakat untuk beralih ke komoditas tanaman keras seperti kopi sebagai bagian dari upaya rehabilitasi dan pelestarian kawasan hutan di wilayah RPH Guci dan Desa Sigedong.

Melalui sinergi antara Perhutani dan masyarakat, program agroforestri kopi di RPH Guci diharapkan mampu menjadi contoh pengelolaan hutan yang produktif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan perekonomian masyarakat sekitar hutan tanpa mengesampingkan fungsi ekologis kawasan. (Pkb/Sgy)

Editor: Diono
Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *