Intip Peluang Cuan Baru, Perhutani Kedu Utara Gali Potensi Kebun Salak di Hutan Wonosobo

KEDU UTARA (09/07/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan koordinasi bersama Pemerintah Desa Gunung Tugel, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo, untuk menggali potensi pengembangan budidaya tanaman salak di bawah tegakan hutan di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Leksono, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, Senin (06/07).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Perhutani dalam mengoptimalkan pemanfaatan kawasan hutan melalui skema kemitraan kehutanan yang tetap mengedepankan prinsip kelestarian. Budidaya salak dinilai memiliki prospek yang baik karena sesuai dengan kondisi lahan dan iklim setempat, sekaligus berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat desa sekitar hutan.

Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, Naufal Rafif, menyampaikan bahwa Perhutani terus membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat untuk mengembangkan berbagai usaha produktif yang sejalan dengan pengelolaan hutan lestari.

“Perhutani mendukung pengembangan berbagai potensi usaha produktif di kawasan hutan melalui pola kemitraan yang sesuai dengan ketentuan. Budidaya salak di bawah tegakan menjadi salah satu alternatif yang menjanjikan karena mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekaligus tetap menjaga kelestarian tegakan hutan,” ujarnya.

Naufal menambahkan bahwa pengembangan tanaman di bawah tegakan merupakan bentuk optimalisasi pemanfaatan ruang tumbuh yang saling menguntungkan. Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan, keberadaan tanaman tersebut juga membantu menjaga kondisi lahan agar tetap produktif dan lestari.

Lebih lanjut, Perhutani berharap sinergi dengan pemerintah desa dan kelompok masyarakat dapat terus diperkuat, mulai dari tahap perencanaan, pendampingan, hingga pengembangan pemasaran hasil panen. Dengan demikian, program kemitraan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap kawasan hutan.

Sementara itu, Kepala Desa Gunung Tugel, Budi Setiawan, menyambut baik inisiatif Perhutani dalam menggali potensi budidaya salak di wilayah desanya. Menurutnya, masyarakat memiliki semangat untuk mengembangkan usaha produktif yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

“Kami mengapresiasi langkah Perhutani yang terus memberikan pendampingan dan membuka peluang usaha bagi masyarakat desa hutan. Potensi budidaya salak ini diharapkan menjadi sumber ekonomi baru sekaligus memperkuat kemitraan antara masyarakat dan Perhutani dalam menjaga kelestarian kawasan hutan,” ungkapnya.

Melalui komunikasi sosial yang intensif, Perhutani KPH Kedu Utara optimistis berbagai potensi lokal di sekitar kawasan hutan dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Sinergi antara Perhutani, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara pelestarian hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga kawasan hutan tetap lestari sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya. (Kdu/Nurul)

Editor: Ulfa

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *