BALAPULANG, 28/9/2026 | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang turut mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Desa Karangdawa, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, yang terdampak kemarau panjang pada 2026.
Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil Margasari Kodim 0712 Tegal, Sersan Kepala Khamid Alfan, mengajak pemangku kepentingan terkait, di antaranya Perhutani, kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan tokoh masyarakat, untuk mencari solusi pemenuhan air bersih. Salah satu rencana yang dibahas adalah pembuatan sumur darurat di kawasan hutan RPH Kaligimber, BKPH Margasari, atau di dasar sungai kawasan hutan yang diperkirakan memiliki sumber mata air.
“Untuk mencari solusi agar mendapatkan air bersih, kita akan berupaya dan bekerja sama dengan Perhutani untuk membuat sumur darurat. Semoga upaya ini bisa memberikan solusi dan mencukupi kebutuhan masyarakat sekitar,” kata Alfan.
Mewakili Administratur KPH Balapulang, Kepala Subseksi (KSS) Hubungan Antar-Kelembagaan dan Komunikasi Perusahaan (HKAKP) Djuli Kusnadi mengapresiasi langkah Babinsa dan Kepala Desa Karangdawa dalam mencari solusi pemenuhan air bersih bagi masyarakat.
“Kami akan terus bersama masyarakat desa hutan dalam berbagai kegiatan pengelolaan hutan. Jika saat ini terjadi kekeringan, mari kita mencari solusi dengan membuat sumur yang dapat mengeluarkan mata air. Misalnya, di Dukuh Limbangan, RPH Kaligimber, terdapat sungai yang bisa dibuat sumur sementara,” kata Djuli.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang mendukung upaya bersama tersebut sebagai langkah untuk membantu masyarakat memperoleh akses air bersih selama musim kemarau.
Kepala Desa Karangdawa, Kecamatan Margasari, M. Lutfi Bachri, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat desanya. Menurutnya, sebagian masyarakat Desa Karangdawa memiliki aktivitas ekonomi yang bergantung pada kawasan hutan.
“Banyak masyarakat kami yang berpenghasilan dari menanam tanaman palawija di hutan Perhutani. Untuk saat ini, karena kemarau, mereka beralih mencari kayu bakar untuk dijajakan sebagai sumber ekonomi bagi desa kami,” pungkasnya. (Bpl/Jul).
Editor : Baim
Copyright @2026
















Leave a Reply