PURWODADI, PERHUTANI (06/08/2026) | Perhutani KPH Purwodadi melalui jajaran BKPH Jatipohon melaksanakan kegiatan pengisian tandon air sebagai persiapan penyiraman bibit di persemaian pada Rabu (05/08). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas bibit tanaman kehutanan yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan penanaman tahun 2026 di wilayah kerja Perhutani KPH Purwodadi.
Bibit yang dipelihara di persemaian meliputi jenis Jati, Johar, dan Jambu Mete, yang menjadi komoditas utama dalam program rehabilitasi dan pembangunan hutan. Pengisian tandon air dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bagi bibit tetap terpenuhi, terutama pada musim kemarau ketika ketersediaan air mulai berkurang.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh petugas BKPH Jatipohon sebagai bentuk komitmen Perhutani dalam menjaga pertumbuhan bibit agar tetap sehat, memiliki tingkat keberhasilan tumbuh yang tinggi, serta siap ditanam pada musim penghujan tahun 2026. Penyiraman secara rutin menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan bibit yang berkualitas sehingga mampu mendukung keberhasilan program penanaman dan pelestarian hutan.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugianto, mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan hutan dimulai dari proses persemaian yang dikelola secara baik dan berkesinambungan.
“Persemaian merupakan fondasi utama keberhasilan pembangunan hutan. Bibit yang sehat dan berkualitas akan menghasilkan tanaman yang kuat sehingga mampu mendukung kelestarian kawasan hutan di masa mendatang. Oleh karena itu, kebutuhan air bagi bibit harus selalu tersedia, terlebih pada musim kemarau. Pengisian tandon air ini merupakan salah satu langkah nyata Perhutani dalam memastikan seluruh bibit tetap tumbuh optimal untuk memenuhi kebutuhan tanaman tahun 2026,” ujarnya Tutut Sugianto.
Ia menambahkan bahwa keberadaan persemaian tidak hanya berfungsi sebagai penyedia bibit, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi Perhutani dalam menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan tutupan hutan, menjaga sumber daya air, mengurangi risiko erosi, serta memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat sekitar hutan.
Menurutnya, keberhasilan persemaian akan berdampak langsung terhadap keberhasilan program reboisasi dan rehabilitasi kawasan hutan. Oleh sebab itu, seluruh tahapan pemeliharaan bibit, mulai dari penyiraman, penyiangan, pemupukan hingga pengendalian hama dan penyakit, dilakukan secara intensif agar bibit memiliki kualitas terbaik saat ditanam.
Sementara itu, warga Desa Sumberjatipohon, Sumarno, menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian Perhutani dalam mempersiapkan bibit tanaman untuk kelestarian hutan.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena hutan yang lestari akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, seperti menjaga ketersediaan sumber air, menciptakan udara yang lebih sejuk, serta memberikan perlindungan terhadap lingkungan. Kami berharap bibit yang dipersiapkan ini nantinya dapat tumbuh dengan baik sehingga hutan di wilayah Purwodadi semakin hijau dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ungkapnya Sumarno.
Melalui kegiatan pengisian tandon air dan pemeliharaan persemaian secara berkelanjutan, Perhutani KPH Purwodadi terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembangunan hutan yang berkelanjutan. Ketersediaan bibit berkualitas menjadi investasi jangka panjang untuk mewujudkan hutan yang produktif, lestari, serta mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat.
Editor : Diono
















Leave a Reply