Perhutani Kembangkan Agroforestry Salak untuk Dorong Ekonomi Masyarakat

KEDU UTARA (15/10/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Luhur mengoptimalkan potensi agroforestry tanaman salak sebagai upaya mendukung peningkatan perekonomian masyarakat sekitar hutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui patroli preventif di petak 54D Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Leksono, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, yang berada di wilayah Desa Garung Lor, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo. Kamis (15/10)

Kegiatan patroli dilakukan untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman sekaligus mendukung keberlangsungan pengelolaan agroforestry salak. Selain memantau potensi gangguan keamanan hutan, kegiatan ini menjadi sarana koordinasi antara Perhutani dan masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan serta mengembangkan potensi ekonomi berbasis sumber daya hutan secara berkelanjutan.

Tanaman salak memiliki potensi ekonomi yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat apabila dikelola secara optimal. Melalui pola agroforestry, pemanfaatan kawasan hutan diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi dengan tetap memperhatikan fungsi ekologis dan kelestarian hutan.

Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo, Naufal Rafif, menyampaikan bahwa pengembangan agroforestry merupakan salah satu bentuk sinergi Perhutani dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang produktif dan lestari.

“Agroforestry salak memiliki potensi untuk mendukung peningkatan pendapatan masyarakat sekitar hutan. Karena itu, Perhutani mendorong pengelolaannya agar dilakukan secara tertib, produktif, dan berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan keamanan serta kelestarian kawasan hutan,” ujar Naufal Rafif.

Ketua LMDH Wana Luhur, Fahmi, menyampaikan bahwa keberadaan agroforestry salak menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif sekaligus berperan aktif dalam menjaga hutan.

“Kami berharap pengembangan agroforestry salak dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih baik bagi anggota LMDH dan masyarakat sekitar. Kami juga berkomitmen bersinergi dengan Perhutani untuk menjaga keamanan kawasan agar kelestarian hutan dan kegiatan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan,” ungkap Fahmi.

Melalui kolaborasi tersebut, Perhutani KPH Kedu Utara bersama LMDH Wana Luhur terus mendorong pengelolaan agroforestry salak yang produktif dan berkelanjutan, sehingga mampu mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan bagi generasi mendatang. (Kdu/Nurul)

Editor: Annisha

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *