PEKALONGAN TIMUR (01/07/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Randudongkal melaksanakan kegiatan penimbangan getah pinus di Tempat Penimbunan Getah (TPG) Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Watukumpul sebagai bentuk komitmen menjaga akurasi data produksi sekaligus memperkuat komunikasi dengan para mitra penyadap.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Watukumpul Muhamad Tamim yang mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur. Penimbangan getah pinus merupakan salah satu tahapan penting dalam pengelolaan hasil hutan bukan kayu untuk mengetahui kuantitas hasil sadapan secara akurat. Data tersebut menjadi dasar penyusunan laporan produksi, evaluasi capaian target, serta penyusunan strategi peningkatan produktivitas getah pinus di wilayah BKPH Randudongkal.
Dalam pelaksanaannya, Muhamad Tamim melakukan pengecekan secara langsung terhadap hasil penimbangan guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan menghasilkan data produksi yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, ketelitian dalam proses penimbangan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengelolaan produksi getah pinus yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.
“Kegiatan penimbangan getah bukan sekadar menghitung hasil produksi, tetapi juga menjadi sarana evaluasi terhadap perkembangan produktivitas setiap petak sadap. Dengan data yang akurat, kami dapat mengetahui potensi produksi, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta menentukan langkah pembinaan yang tepat untuk meningkatkan hasil sadapan,” ujarnya.
Di sela kegiatan, Muhamad Tamim juga berdialog dengan para penyadap untuk mendengarkan berbagai masukan dan mengetahui kondisi yang dihadapi selama proses penyadapan. Salah satu penyadap yang ditemui adalah Karsidi, yang telah lama menjadi mitra Perhutani dalam kegiatan penyadapan getah pinus di wilayah RPH Watukumpul.
Dalam suasana penuh keakraban, Karsidi menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, mulai dari kondisi cuaca, akses menuju petak sadap, hingga upaya menjaga kualitas hasil getah. Menanggapi hal tersebut, Muhamad Tamim memberikan motivasi kepada para penyadap agar tetap menerapkan teknik penyadapan sesuai standar operasional sehingga kualitas maupun kuantitas hasil produksi tetap terjaga.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan getah pinus tidak terlepas dari peran penting para penyadap sebagai mitra strategis Perhutani. Oleh karena itu, komunikasi yang baik serta pembinaan secara berkelanjutan akan terus dilakukan untuk mewujudkan kemitraan yang harmonis dan saling menguntungkan.
Mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur, Muhamad Tamim menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat para penyadap yang terus berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan produksi getah pinus. Sinergi yang telah terjalin diharapkan mampu mendukung tercapainya target produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan penghasilannya dari kegiatan penyadapan.
Melalui kegiatan penimbangan getah pinus yang dipadukan dengan dialog bersama para penyadap, Perhutani kembali menegaskan komitmennya untuk mengedepankan pengelolaan hasil hutan bukan kayu yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan produktivitas. Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara petugas lapangan dan para penyadap, diharapkan produksi getah pinus di wilayah BKPH Randudongkal terus meningkat serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi perusahaan, masyarakat, dan kelestarian hutan. (Pkt/Ran)
Editor: Hening
Copyright © 2026
















Leave a Reply