Asah Keterampilan Pekerja, Perhutani Pekalongan Timur Bina Penyadap Getah Pinus di Dukuh Tugu

PEKALONGAN TIMUR  (09/07/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bawang menggelar pembinaan bagi penyadap getah pinus di Dukuh Tugu sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat kemitraan dengan masyarakat sekitar hutan. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bawang, Sugiarto, mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur, dan dihadiri Kepala Dusun Dukuh Tugu, Sutoto, para penyadap, serta tokoh masyarakat, pada Rabu (08/07).

Pembinaan ini merupakan bagian dari program rutin Perhutani untuk meningkatkan kompetensi para penyadap agar mampu melaksanakan kegiatan penyadapan sesuai standar operasional, menjaga kualitas hasil getah pinus, serta mempertahankan kelestarian tegakan pinus.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai teknik penyadapan yang benar, pemeliharaan kesehatan pohon pinus, penggunaan dan perawatan alat sadap, prosedur penyetoran hasil getah, hingga pentingnya menjaga keamanan kawasan hutan sebagai tanggung jawab bersama.

Mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur, Kepala BKPH Bawang, Sugiarto, menyampaikan bahwa penyadap merupakan mitra strategis Perhutani dalam pengelolaan hasil hutan bukan kayu. Oleh karena itu, pembinaan secara berkelanjutan menjadi salah satu prioritas perusahaan.

“Melalui pembinaan ini kami berharap seluruh penyadap semakin memahami teknik penyadapan yang baik dan benar sehingga produktivitas getah meningkat, kualitas hasil tetap terjaga, serta pohon pinus tetap sehat dan produktif dalam jangka panjang. Perhutani akan terus hadir memberikan pendampingan kepada masyarakat sebagai mitra dalam pengelolaan hutan lestari,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh penyadap untuk selalu menjaga integritas, mematuhi ketentuan yang berlaku, serta berperan aktif dalam menjaga kawasan hutan dari berbagai potensi gangguan, seperti pencurian hasil hutan, perambahan, maupun kebakaran hutan dan lahan.

Sementara itu, Kepala Dusun Dukuh Tugu, Sutoto, mengapresiasi komitmen Perhutani yang secara konsisten memberikan pembinaan kepada masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani yang secara rutin memberikan pembinaan kepada para penyadap. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena menambah pengetahuan sekaligus mempererat hubungan antara Perhutani dengan masyarakat. Kami siap mendukung setiap program yang bertujuan menjaga kelestarian hutan dan meningkatkan kesejahteraan warga,” ungkapnya.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para penyadap menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, mulai dari teknik penyadapan, kondisi tegakan pinus, pengaruh cuaca terhadap produksi getah, hingga upaya menjaga keamanan kawasan hutan. Seluruh masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Perhutani dalam meningkatkan pembinaan kepada masyarakat.

Perhutani juga menekankan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam setiap aktivitas penyadapan, termasuk penggunaan peralatan yang sesuai serta penerapan prosedur kerja yang aman guna meminimalkan risiko kecelakaan.

Melalui kegiatan pembinaan ini, Perhutani KPH Pekalongan Timur menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan yang kuat dengan masyarakat desa hutan melalui peningkatan kapasitas penyadap, penguatan kualitas hasil hutan bukan kayu, serta pengelolaan hutan yang profesional, produktif, dan berkelanjutan. (Pkt/Ran)

Editor: Naya

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *