PEKALONGAN TIMUR (29/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur melalui Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Wisnu melaksanakan pembangunan jalan langsir getah pinus dari Petak 17 dan Petak 18 menuju Tempat Penampungan Getah (TPG) Wisnu sebagai upaya meningkatkan kelancaran operasional produksi sekaligus mempercepat distribusi hasil sadapan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Wisnu, Margono, yang mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur. Pembangunan akses langsir ini merupakan salah satu langkah strategis Perhutani untuk mendukung efisiensi pengangkutan hasil sadapan getah pinus di wilayah kerjanya.
Pembuatan jalan langsir difokuskan untuk membuka akses pengangkutan dari lokasi penyadapan menuju TPG Wisnu sehingga proses pengumpulan getah dapat dilakukan lebih cepat, mudah, dan tidak menghambat aktivitas para penyadap di lapangan. Dengan adanya akses tersebut, mobilitas pengangkutan getah diharapkan menjadi lebih efektif serta mampu mengurangi potensi keterlambatan pengiriman hasil sadapan.
Dalam kegiatan tersebut, Margono meninjau langsung lokasi pekerjaan sekaligus memberikan arahan kepada petugas lapangan dan kelompok tani sadap agar pelaksanaan pembangunan tetap memperhatikan aspek teknis serta kelestarian lingkungan hutan.
Salah satu kelompok tani sadap yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Kelompok Tani Sadap Darso, termasuk penyadap PTK 18D-1 yang selama ini aktif melakukan penyadapan di Petak 17 dan Petak 18. Para penyadap menyambut baik pembangunan akses jalan langsir tersebut karena dinilai sangat membantu memperlancar proses pengangkutan hasil getah.
Mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur, Kepala RPH Wisnu, Margono, menyampaikan bahwa pembangunan akses langsir merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam meningkatkan efisiensi produksi getah pinus sekaligus mendukung kesejahteraan mitra penyadap melalui kemudahan akses pengangkutan hasil produksi.
“Pembuatan jalan langsir ini merupakan upaya Perhutani untuk memperlancar arus pengangkutan getah dari petak ke TPG. Dengan akses yang lebih baik, kami berharap proses produksi menjadi lebih efisien, hasil getah dapat terangkut tepat waktu, dan kualitas tetap terjaga,” ujar Margono.
Ia menegaskan bahwa setiap kegiatan pembangunan di kawasan hutan tetap memperhatikan prinsip kelestarian lingkungan sehingga tidak menimbulkan kerusakan terhadap ekosistem hutan dan tetap sejalan dengan kaidah pengelolaan hutan lestari.
Selain itu, Margono mengajak seluruh penyadap untuk terus menjaga semangat kerja, meningkatkan kedisiplinan dalam penyadapan, serta memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan secara optimal guna mendukung peningkatan produksi getah pinus.
Sementara itu, perwakilan Kelompok Tani Sadap Darso menyampaikan apresiasi kepada Perhutani atas perhatian dan dukungan yang diberikan melalui pembangunan akses langsir tersebut. Menurutnya, keberadaan jalan ini sangat membantu mempercepat proses pengangkutan sekaligus mengurangi beban kerja para penyadap di lapangan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Perhutani. Dengan adanya jalan langsir ini, pekerjaan kami menjadi lebih mudah. Hasil getah bisa lebih cepat sampai ke TPG tanpa harus melalui jalur yang sulit,” ungkap salah seorang penyadap PTK 18D-1.
Perhutani KPH Pekalongan Timur terus berkomitmen meningkatkan produktivitas getah pinus melalui berbagai program pendukung di lapangan, termasuk pembangunan akses langsir, pembinaan penyadap, serta peningkatan sarana dan prasarana produksi. Upaya ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan hasil hutan bukan kayu (HHBK) secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Perhutani berharap sinergi antara petugas kehutanan dan masyarakat penyadap terus terjalin dengan baik sehingga pengelolaan hutan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga tetap menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang. (Pkt/Ran)
Editor: Ulfa
Copyright © 2026
















Leave a Reply