PEMALANG (26/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pemalang melaksanakan pembinaan kepada jajaran karyawan Tempat Penimbunan Kayu (TPK) dan tenaga kapling di TPK Silarang dan TPK Paduraksa pada Jumat (26/06). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kinerja lapangan, khususnya pada lini produksi, penerimaan kayu hasil tebangan, serta percepatan proses kapling di TPK.
Administratur KPH Pemalang Heri Nur Afandi menekankan pentingnya percepatan proses kapling pada sejumlah tahapan yang berpengaruh langsung terhadap kinerja dan pendapatan perusahaan.
“Kunci keberhasilan produksi kayu adalah tertib administrasi dan tertib fisik. Pertama, mandor tebang harus memastikan penebangan dan pembagian batang sesuai dengan permintaan pasar sehingga menghasilkan nilai jual yang optimal. Kedua, administrasi tebangan dan angkutan kayu harus tertib. Ketiga, proses penerimaan kayu di TPK harus cepat dan tertib. Keempat, proses pengujian kayu serta entri Daftar Kayu Bulat (DKB) harus dilakukan secara cermat dan cepat. Kelima, petugas di KPH segera menyusun Laporan Hasil Produksi (LHP) dan menyelesaikan pembayaran Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH),” jelas Heri.
Ia menambahkan bahwa proses kapling serta pelayanan angkutan oleh pihak ketiga yang dikoordinasikan Kepala TPK juga harus berjalan dengan baik. Kelancaran dan ketertiban proses Penatausahaan Hasil Hutan (PUHH) tersebut akan berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan perusahaan. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kerja sama dan koordinasi antarpetugas di lapangan, penguji kayu, serta petugas TPK untuk menciptakan sistem kerja yang lebih efektif dan efisien.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata sekaligus Kepala Seksi Pembinaan Sumber Daya Hutan (PSDH) Agus Heru Yudyana menyampaikan bahwa pembinaan tersebut menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi, membangkitkan semangat kerja, serta memperkuat sinergi antara lini produksi dan TPK.
Kegiatan pembinaan di TPK Silarang dan TPK Paduraksa diikuti seluruh karyawan TPK dan tenaga kapling. Perhutani berharap hasil kegiatan tersebut dapat segera terlihat melalui peningkatan produktivitas, efisiensi kerja, serta pencapaian target pendapatan KPH Pemalang.
Sementara itu, salah seorang tenaga kapling asal Desa Surajaya, Sodikin, menyampaikan apresiasi kepada Perhutani atas perhatian yang diberikan kepada para pekerja.
“Saya sudah bekerja di TPK selama sembilan tahun dan baru kali ini mendapatkan apresiasi. Saya merasa sangat senang dan berjanji akan bekerja lebih giat lagi. Semoga Perhutani semakin maju,” ungkapnya. (Pml/Sks)
Editor: Hening
Copyright © 2026
















Leave a Reply