Genjot Kualitas Kopi Hutan, Perhutani Kedu Utara Intensifkan Patroli dan Monitoring

KEDU UTARA  (29/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan patroli preventif sekaligus monitoring pengembangan program agroforestry tanaman kopi di bawah tegakan hutan yang dikelola bersama masyarakat melalui skema kemitraan kehutanan dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sigedang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo sebagai upaya memastikan pengelolaan kawasan hutan berjalan secara produktif, lestari, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan, pada Jumat (26/06).

Patroli preventif dilakukan dengan meninjau langsung kondisi tanaman kopi yang dikembangkan di bawah tegakan hutan, mengevaluasi pemeliharaan tanaman, serta memastikan kegiatan pemanfaatan kawasan tetap sesuai dengan ketentuan dan prinsip kelestarian hutan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi dan koordinasi antara Perhutani dengan anggota LMDH dalam mendukung keberhasilan program agroforestry.

Pengembangan kopi di bawah tegakan merupakan salah satu bentuk pemanfaatan kawasan hutan yang dinilai mampu memberikan nilai tambah ekonomi tanpa mengurangi fungsi ekologis hutan. Pola tanam tersebut memanfaatkan ruang tumbuh di bawah tegakan pohon kehutanan sehingga tanaman kopi dapat berkembang seiring dengan upaya menjaga tutupan lahan serta konservasi tanah dan air.

Mewakili Administratur KPH Kedu Utara, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, Naufal Rafif, menyampaikan bahwa kegiatan patroli preventif dan monitoring ini merupakan bagian dari komitmen Perhutani untuk memastikan program kemitraan kehutanan berjalan sesuai ketentuan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa hutan.

“Pengembangan agroforestry kopi di bawah tegakan merupakan salah satu bentuk pengelolaan hutan yang mengedepankan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Melalui patroli preventif ini, Perhutani ingin memastikan kegiatan budi daya tetap memperhatikan kelestarian kawasan hutan serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara Perhutani dan LMDH menjadi kunci keberhasilan dalam pengelolaan hutan bersama masyarakat. Dengan pengawasan dan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan produktivitas kopi terus meningkat tanpa mengganggu fungsi utama kawasan hutan sebagai penyangga lingkungan.

Sementara itu, Ketua LMDH Argo Mulyo Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Romadhon, menyampaikan apresiasi atas pendampingan dan kerja sama yang selama ini terjalin dengan Perhutani dalam pengembangan tanaman kopi di kawasan hutan RPH Sigedang. Menurutnya, program agroforestry telah memberikan peluang usaha dan tambahan pendapatan bagi anggota LMDH serta masyarakat sekitar hutan.

Ia berharap kerja sama melalui skema kemitraan tersebut dapat terus berlanjut dan berkembang sehingga hasil produksi kopi dari kawasan hutan Sigedang memiliki nilai ekonomi yang semakin baik sekaligus mendorong masyarakat untuk turut menjaga kelestarian hutan.

Melalui kegiatan patroli preventif dan pendampingan rutin tersebut, Perhutani KPH Kedu Utara bersama LMDH Argo Mulyo berkomitmen mewujudkan pengelolaan hutan yang produktif, lestari, dan berkelanjutan sehingga manfaat hutan dapat dirasakan oleh generasi saat ini maupun generasi mendatang. (Kdu/Nurul)

Editor: Naya

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *