Harmonisasi Manusia dan Alam, Perhutani KPH Kebonharjo Hadiri Sedekah Bumi Bersama Pesanggem

KEBONHARJO (10/07/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo bersama para petani penggarap lahan (pesanggem) menggelar tradisi Sedekah Bumi di kawasan hutan sebagai wujud rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah serta keselamatan dalam mengelola lahan. Kegiatan berlangsung di Petak 122C Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Terongan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sale, Jumat (10/07).

Tradisi yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat tersebut berlangsung dengan khidmat dan dihadiri jajaran Perhutani BKPH Sale serta puluhan pesanggem. Di bawah rindangnya tegakan jati, para peserta duduk melingkar sambil membawa aneka makanan dan jajanan tradisional yang selanjutnya didoakan dan dinikmati bersama sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.

Administratur KPH Kebonharjo melalui Kepala BKPH Sale Murtopo menyampaikan apresiasi dan dukungan atas terselenggaranya kegiatan Sedekah Bumi yang dilaksanakan oleh masyarakat dan para pesanggem di Petak 122C wilayah RPH Terongan.

“Perhutani menilai kegiatan ini merupakan wujud sinergi yang sangat positif antara masyarakat desa hutan dengan pengelola kawasan. Tradisi Sedekah Bumi bukan sekadar ritual adat, tetapi juga menjadi simbol keharmonisan hubungan antara manusia dan alam yang perlu terus dijaga serta dilestarikan,” ujar Kepala BKPH Sale Murtopo.

Ia menambahkan bahwa keberadaan para pesanggem yang mengelola lahan di bawah tegakan turut mendukung upaya Perhutani dalam menjaga kelestarian kawasan hutan. Melalui momentum Sedekah Bumi, diharapkan komunikasi, kolaborasi, dan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian hutan semakin meningkat.

“Kami sangat mendukung kegiatan kearifan lokal seperti ini. Tradisi ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki rasa memiliki dan kepedulian yang tinggi terhadap hutan. Ketika alam dijaga dengan baik melalui rasa syukur dan tanggung jawab bersama, maka alam akan memberikan manfaat serta hasil bumi yang melimpah bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang pesanggem, Rokhim, menyampaikan bahwa tradisi Sedekah Bumi di kawasan hutan telah menjadi agenda tahunan yang diwariskan secara turun-temurun. Selain sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara manusia dan alam yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Melalui kegiatan Sedekah Bumi ini, kami berharap hasil panen para petani hutan pada musim berikutnya semakin baik, kawasan hutan BKPH Sale tetap lestari, serta terus memberikan manfaat dan keberkahan bagi masyarakat sekitar,” ujar Rokhim.

Suasana kebersamaan dan kesederhanaan terasa begitu kuat sepanjang kegiatan berlangsung. Meskipun dilaksanakan di tengah kawasan hutan dengan fasilitas yang sederhana, semangat gotong royong dan antusiasme masyarakat mencerminkan komitmen untuk terus melestarikan budaya sekaligus menjaga kelestarian hutan sebagai warisan bagi generasi mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Perhutani juga mengajak seluruh masyarakat dan pesanggem untuk terus berperan aktif menjaga keamanan kawasan hutan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan selama musim kemarau, serta mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan melalui program perhutanan sosial demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. (Kbh/Ari)

Editor: Hening

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *