Inayah Pastikan Pengelola Pasar Tradisional Tegal Komit Jaga Kelestarian Hutan Margasari

BALAPULANG (28/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang mendukung pengembangan wisata kuliner alam melalui rencana kerja sama kemitraan antara Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Pemerintah Desa Kertaharja, dan Karang Taruna Kecamatan Pagerbarang. Rencana tersebut diwujudkan melalui pengembangan Pasar Mangan Bayare Godong (MBG) yang berlokasi di Petak 25 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Wanayasa, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Margasari.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Pagerbarang, M. Syukron, bersama Kepala Desa Kertaharja, Inayah, didampingi pengurus LMDH, mengajukan proposal kepada Perhutani untuk memaparkan rencana kerja sama pemanfaatan kawasan hutan sebagai lokasi pasar kuliner tradisional yang mengusung konsep wisata alam.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Pagerbarang, M. Syukron, menjelaskan bahwa lokasi Petak 25 RPH Wanayasa dinilai sangat strategis untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata kuliner melalui pemanfaatan ruang di bawah tegakan hutan.

“Melalui kerja sama antara pemerintah desa, LMDH, dan Perhutani, kami ingin menghadirkan pasar kuliner tradisional dengan slogan ‘Mangan Bayare Godong’ (MBG). Harapan kami, keberadaan pasar ini mampu menggerakkan perekonomian desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan,” ujarnya.

Administratur KPH Balapulang melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Margasari, Rosikin, menyampaikan bahwa Perhutani mendukung penuh rencana kerja sama tersebut selama dilaksanakan sesuai ketentuan dan memiliki dasar hukum yang sah.

“Selama kerja sama memiliki payung hukum yang jelas dan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, Perhutani akan mendukung sepenuhnya. Kami berpesan agar seluruh pihak tetap menjaga kelestarian pohon di lokasi, tidak merusak, melukai, atau memasang paku pada batang pohon. Kebersihan kawasan juga harus terus dijaga agar kelestarian hutan tetap terpelihara,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kertaharja, Inayah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses perizinan hingga rencana pengembangan Pasar MBG dapat terealisasi melalui kerja sama antara LMDH, Karang Taruna, dan Perhutani.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya Pasar MBG. Kami berkomitmen untuk selalu mematuhi ketentuan yang berlaku di Perhutani serta menjaga kelestarian alam di sekitar lokasi. Kehadiran pasar ini juga menjadi alternatif bagi masyarakat untuk menikmati berbagai kuliner khas Tegal tanpa harus pergi jauh. Beragam jajanan tradisional, seperti klepon, jintul, serabi, dan aneka makanan legendaris lainnya tersedia di Pasar MBG,” ungkapnya.

Melalui kemitraan ini, Perhutani berharap pengembangan wisata kuliner berbasis kawasan hutan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar tanpa mengabaikan prinsip kelestarian hutan. Sinergi antara Perhutani, pemerintah desa, LMDH, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan kawasan wisata yang produktif, lestari, dan berkelanjutan. (BPL/Jul).

Editor: Hening

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *