PEKALONGAN BARAT, TEGAL (04-08-2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat menghadiri Sosialisasi Rencana Revitalisasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Alam dan Air di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Guci, Kabupaten Tegal, yang diselenggarakan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah di Wisata Guci Forest pada Selasa (04-08). Kegiatan ini merupakan wujud sinergi dan dukungan lintas sektor dalam upaya pemulihan kawasan konservasi pascabencana banjir.
Sosialisasi tersebut menjadi langkah awal penyusunan rencana pemulihan dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan. Sebagai instansi yang memiliki tugas mengelola kawasan taman wisata alam dan konservasi sumber daya alam, BKSDA Jawa Tengah menginisiasi forum koordinasi yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan, antara lain BKSDA Jawa Tengah, instansi teknis Provinsi Jawa Tengah, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah V Tegal, Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah, Perhutani KPH Pekalongan Barat, pemerintah daerah, instansi teknis kabupaten, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bojong dan Bumijawa, kepala desa, pelaku usaha, serta unsur masyarakat.
Forum tersebut bertujuan menyamakan persepsi sekaligus menyusun langkah strategis dalam revitalisasi pemanfaatan jasa lingkungan alam dan air di kawasan TWA Guci agar kembali memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat.
Administratur/Kepala KPH Pekalongan Barat melalui Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata Prabawa Jatiasmara, yang mewakili KPH Pekalongan Barat, menyampaikan bahwa Perhutani berkomitmen mendukung setiap program pelestarian lingkungan dan pemulihan kawasan pascabencana melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Perhutani siap bersinergi dengan BKSDA Jawa Tengah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung revitalisasi kawasan TWA Guci. Melalui kolaborasi yang kuat, diharapkan pengelolaan jasa lingkungan dapat berjalan optimal dengan tetap memperhatikan aspek konservasi, keselamatan, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan sektor pariwisata,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Balai BKSDA Jawa Tengah Dyah Sulistyari menjelaskan bahwa revitalisasi pemanfaatan jasa lingkungan alam dan air merupakan bagian dari upaya pemulihan kawasan pascabencana sekaligus memperkuat pengelolaan kawasan konservasi yang adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kelestarian ekosistem.
“Revitalisasi ini menjadi langkah strategis untuk mengembalikan fungsi kawasan TWA Guci setelah terdampak bencana, sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan agar lebih aman, lestari, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dalam kegiatan ini juga dipaparkan kebijakan pengelolaan serta rencana penataan kawasan TWA Guci pascabanjir,” jelasnya.
Keikutsertaan Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah dan KPH Pekalongan Barat dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam memperkuat sinergi lintas sektor, khususnya dalam pengelolaan kawasan yang memiliki keterkaitan fungsi ekologis, konservasi, dan pemanfaatan jasa lingkungan. Melalui kolaborasi yang erat, diharapkan revitalisasi TWA Guci dapat terlaksana secara optimal sehingga kawasan tersebut kembali menjadi destinasi wisata alam yang aman, lestari, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan serta kesejahteraan masyarakat. (Pkb/Sgy).
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply