Kunci Kejar Target HHBK: Cara Skuad Ambarwati Dampingi Direktur Operasi Cek Kualitas Sadapan

PEKALONGAN BARAT (10/07/2026) | Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produksi hasil hutan bukan kayu (HHBK), Direktur Operasi Perum Perhutani melaksanakan kegiatan hiking sadapan sekaligus memantau secara langsung pelaksanaan kegiatan naik talang dan kerok getah pinus di wilayah kerja Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat, Kamis (09/07).

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Operasi Perum Perhutani Natalas Anis Harjanto yang didampingi Kepala Divisi Produksi, Wakil Kepala Divisi Regional beserta Kepala Departemen Produksi, Administratur/Kepala KPH Pekalongan Barat beserta jajaran manajemen, Asisten Perhutani (Asper)/Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH), Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH), mandor, serta petugas lapangan.

Sebelum melakukan peninjauan ke lapangan, Direktur Operasi memberikan pembinaan kepada seluruh karyawan di Kantor KPH Pekalongan Barat. Selanjutnya, rombongan meninjau Petak 27 RPH Moga, BKPH Moga, untuk melihat secara langsung pelaksanaan kegiatan penyadapan getah pinus. Peninjauan dilakukan guna memastikan seluruh tahapan penyadapan berjalan sesuai standar operasional, mulai dari kondisi talang, kualitas luka sadap, kebersihan bidang sadap, hingga potensi peningkatan produktivitas getah pinus.

Direktur Operasi Perum Perhutani Natalas Anis Harjanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas lapangan yang selama ini menjadi ujung tombak keberhasilan produksi getah pinus. Menurutnya, pencapaian target produksi sangat ditentukan oleh kedisiplinan, ketelitian, dan konsistensi petugas dalam menerapkan teknik penyadapan yang baik dan benar.

“Petugas lapangan memiliki peran strategis dalam menjaga produktivitas sekaligus kelestarian tegakan pinus. Melalui kegiatan hiking sadapan ini, kami ingin memastikan seluruh proses penyadapan berjalan sesuai ketentuan sehingga produksi getah dapat terus meningkat tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan hutan,” ujar Direktur Operasi Perum Perhutani Natalas Anis Harjanto.

Selain memantau kegiatan naik talang dan kerok getah, Direktur Operasi juga berdialog langsung dengan para mandor dan mitra penyadap untuk menyerap berbagai masukan terkait kondisi lapangan, kebutuhan operasional, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan penyadapan. Hasil dialog tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi dalam mendukung peningkatan produktivitas sekaligus kesejahteraan para penyadap.

Sementara itu, Administratur/Kepala KPH Pekalongan Barat Maria Endah Ambarwati menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran di lapangan untuk terus meningkatkan kualitas pekerjaan dan menjaga semangat dalam mencapai target produksi getah pinus.

“Kehadiran Direktur Operasi memberikan motivasi sekaligus perhatian kepada petugas lapangan. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyadapan melalui pembinaan, pengawasan, dan penerapan teknik sadap sesuai standar sehingga target produksi dapat tercapai secara optimal,” ujar Administratur/Kepala KPH Pekalongan Barat Maria Endah Ambarwati.

Sementara itu, perwakilan mitra penyadap getah pinus Salimin mengaku senang atas perhatian yang diberikan oleh Direktur Operasi Perum Perhutani kepada para penyadap di lapangan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan, termasuk bingkisan yang kami terima. Kegiatan hiking sadapan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penyadapan sehingga produksi getah pinus semakin baik,” ungkap Salimin.

Melalui kegiatan hiking sadapan ini, Perum Perhutani menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan kepada petugas lapangan sebagai garda terdepan dalam pengelolaan produksi getah pinus. Sinergi antara manajemen, petugas lapangan, dan mitra penyadap diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hasil hutan bukan kayu sekaligus menjaga kelestarian hutan secara berkelanjutan. (Pkb/Sgy)

Editor: Hening

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *