TELAWA (02/09/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ketawar, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cekel, melaksanakan pengecekan tanaman tahun 2025 sebagai bagian dari persiapan kebutuhan rencana penyulaman tanaman pada musim hujan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Petak 65C wilayah RPH Cekel pada Rabu (02/09).
Kegiatan ini dihadiri oleh Administratur KPH Telawa, Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Cekel, dan Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Cekel Rindang. Kehadiran seluruh unsur tersebut merupakan bentuk sinergi dan tanggung jawab antara Perhutani dan masyarakat dalam menjaga keberhasilan tanaman hutan.
Dalam kegiatan tersebut, Administratur bersama Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis menyusuri area Petak 65C seluas 9,1 hektare yang merupakan tanaman Jati Plus Perhutani, sekaligus melakukan pengecekan kondisi pertumbuhan tanaman tahun 2025. Pemeriksaan meliputi tingkat keberhasilan tumbuh, kondisi kesehatan tanaman, serta potensi gangguan seperti hama dan penyakit, termasuk dampak musim kemarau yang cukup ekstrem.
Administratur KPH Telawa, Titus Aryanto, menyampaikan bahwa kegiatan pengecekan tanaman merupakan langkah penting untuk memastikan kondisi tanaman setelah menghadapi musim kemarau yang cukup ekstrem. Dengan demikian, persiapan bibit untuk penyulaman tanaman tahun kedua dapat ditentukan lebih cepat.
“Kami ingin memastikan bahwa tanaman tahun 2025 di semua petak memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, baik dari segi pertumbuhan maupun kelestariannya. Menyikapi cuaca yang ekstrem ini, diperlukan inovasi untuk mengurangi kematian tanaman serta upaya swadaya pembuatan bibit di persemaian sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Sementara itu, KRPH Cekel, Ginanjar, menyampaikan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mengantisipasi kematian tanaman serta memastikan kebutuhan bibit sulaman yang akan ditanam pada musim penghujan tersedia dan siap tanam sesuai kebutuhan. Ia juga menyampaikan bahwa peran aktif LMDH sangat membantu dalam menjaga tanaman di lapangan.
“Sinergi dengan LMDH Cekel Rindang, Desa Cekel, menjadi kunci keberhasilan dalam pengelolaan hutan, terutama dalam membantu serta menjaga tanaman muda agar tetap aman dari berbagai gangguan,” jelasnya. Ketua LMDH Cekel Rindang Desa Cekel, Kuntomo, menyatakan komitmennya untuk terus mendukung Perhutani dalam menjaga dan merawat tanaman hutan. “Kami siap bersama-sama para pesanggem di Petak 65C menjaga tanaman agar tumbuh optimal dan berhasil dalam penilaian lepas kontrak,” ungkapnya. (TLW/W3P)
Editor: Febby
Copyright © 2026
















Leave a Reply