BANYUMAS BARAT (02/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wanareja menggelar kegiatan pembinaan bagi para penyadap getah pinus di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Wanareja. Kegiatan tersebut merupakan upaya meningkatkan capaian produksi getah pinus sekaligus memperkuat sinergi dengan para mitra penyadap.
Pembinaan ini menjadi salah satu langkah strategis Perhutani dalam memberikan edukasi secara berkelanjutan mengenai teknik penyadapan yang benar, ramah lingkungan, serta sesuai dengan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Selain meningkatkan produktivitas, kegiatan ini juga bertujuan menjaga kelestarian tegakan pinus agar tetap mampu berproduksi secara optimal dalam jangka panjang.
Administratur/Kepala KPH Banyumas Barat, Herry Merkussiyanto Putro, melalui Kepala BKPH Wanareja, Solehan, menyampaikan bahwa pembinaan kepada para penyadap merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam meningkatkan kesejahteraan mitra kerja sekaligus menjaga keberlanjutan pengelolaan hasil hutan bukan kayu.
“Pembinaan ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi wadah untuk berdiskusi dan mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Kami ingin memastikan para penyadap dapat bekerja dengan aman, menerapkan teknik penyadapan yang tepat, sehingga hasil produksi dapat meningkat dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan keluarga para penyadap,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut didampingi Kepala RPH Wanareja, Sutedjo, bersama jajaran petugas lapangan BKPH Wanareja. Dalam kesempatan itu, Sutedjo menegaskan bahwa pendampingan dan pengawasan terhadap kegiatan penyadapan akan terus dilakukan guna memastikan penerapan teknik penyadapan sesuai standar operasional serta menjaga kualitas getah pinus yang dihasilkan.
Sementara itu, Ketua Kelompok Penyadap, Sumidjo, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pembinaan yang secara rutin diberikan oleh Perhutani kepada para penyadap.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bimbingan dan pendampingan yang terus diberikan oleh Perhutani. Pembinaan seperti ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan keterampilan kami. Kami siap mendukung pencapaian target produksi getah pinus sekaligus menjaga kelestarian hutan sebagai sumber penghidupan bersama,” katanya.
Kegiatan pembinaan diakhiri dengan sesi dialog interaktif antara jajaran Perhutani dan para penyadap. Berbagai materi yang dibahas meliputi distribusi peralatan sadap, penerapan sistem eco-tapping, peningkatan produktivitas, hingga penguatan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di kawasan hutan.
Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Banyumas Barat berharap kemitraan dengan masyarakat desa hutan semakin kuat, produktivitas getah pinus terus meningkat, serta pengelolaan hasil hutan bukan kayu dapat berjalan secara profesional, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi perusahaan maupun masyarakat sekitar hutan. (Byb/Twn)
Editor: Vania Salfia P.
Copyright © 2026
















Leave a Reply