KEDU UTARA, WONOSOBO (26/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara menggelar rapat koordinasi bersama Dunia Atma Dhira Indonesia selaku penyelenggara event lari trail internasional Sindoro Sumbing International Race dan pengelola Basecamp Pendakian Gunung Sumbing via Batursari guna membahas persiapan pelaksanaan kegiatan yang akan melintasi kawasan hutan Perhutani di wilayah Kabupaten Temanggung, Rabu (24/06).
Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan sebagai langkah awal untuk menyamakan persepsi terkait teknis penyelenggaraan kegiatan, penggunaan jalur di kawasan hutan, aspek keselamatan peserta, pengelolaan pengunjung, hingga langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan hutan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama kegiatan berlangsung.
Sindoro Sumbing International Race merupakan ajang lari trail bertaraf internasional yang memanfaatkan keindahan panorama alam kawasan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing sebagai daya tarik utama. Event ini diharapkan mampu menarik peserta dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara, sekaligus menjadi sarana promosi potensi wisata alam Kabupaten Temanggung.
Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis (PPB), Maria Heny Sustikarini, menyampaikan bahwa Perhutani mendukung penyelenggaraan kegiatan sport tourism yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan dengan tetap mengedepankan prinsip kelestarian lingkungan dan keamanan kawasan hutan.
“Perhutani menyambut baik penyelenggaraan Sindoro Sumbing International Race sebagai upaya mengenalkan potensi wisata alam Kabupaten Temanggung kepada masyarakat luas. Perhutani berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar hutan tanpa mengabaikan aspek konservasi, keselamatan peserta, serta kelestarian kawasan hutan,” ujar Maria.
Ia menambahkan bahwa koordinasi dan kolaborasi seluruh pihak menjadi faktor penting dalam memastikan kegiatan dapat berjalan lancar, aman, dan tertib, terutama karena sebagian jalur kegiatan berada di kawasan hutan yang dikelola Perhutani.
Sementara itu, Perwakilan Dunia Atma Dhira Indonesia, Jefry Mathew, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi yang diberikan Perhutani beserta para pemangku kepentingan lainnya dalam persiapan penyelenggaraan event tersebut.
“Kami berterima kasih atas dukungan Perhutani dan pengelola Basecamp Batursari yang telah membuka ruang kolaborasi dalam penyelenggaraan Sindoro Sumbing International Race. Kami berkomitmen untuk menghadirkan event yang tidak hanya berkualitas dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga mengedepankan keselamatan peserta dan kepedulian terhadap lingkungan,” ungkap Jefry.
Pengelola Basecamp Pendakian Gunung Sumbing via Batursari pada kesempatan tersebut juga menyatakan kesiapan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, khususnya dalam hal koordinasi jalur, pengaturan aktivitas pendaki, serta penyediaan informasi lapangan guna memastikan kegiatan dapat berjalan dengan aman dan nyaman bagi seluruh peserta maupun masyarakat pengguna jalur pendakian.
Melalui rapat koordinasi ini, Perhutani berharap pelaksanaan Sindoro Sumbing International Race dapat menjadi contoh penyelenggaraan sport tourism berbasis alam yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan kunjungan wisata, serta tetap menjaga kelestarian hutan sebagai aset penting bagi generasi mendatang. (Kdu/Nurul)
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply