Perhutani Divre Jawa Tengah Perkuat Kinerja Produksi Kayu melalui Pembinaan dan Evaluasi Rayon I dan II

KENDAL (05/08/2026) | Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah menggelar kegiatan Pembinaan dan Evaluasi Semester I Bidang Produksi Hasil Hutan Kayu untuk Rayon I dan II sebagai upaya meningkatkan tertib administrasi, pengendalian persediaan, serta optimalisasi kinerja pengelolaan hasil hutan kayu. Kegiatan berlangsung di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Gambilangu, wilayah kerja Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal, pada Selasa (04/08), dan dihadiri jajaran pimpinan Divisi Regional Jawa Tengah serta manajemen KPH se-Rayon I dan II.

Kegiatan pembinaan teknis tersebut diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri atas seluruh Kepala Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Rayon I dan II. Forum ini menjadi sarana untuk menyamakan persepsi, memberikan pembinaan, serta meningkatkan motivasi jajaran agar pengelolaan hasil hutan kayu semakin profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.

Dalam arahannya, Manajer Komersial Kayu Divisi Regional Jawa Tengah Kuncoro menyampaikan evaluasi terhadap capaian kinerja Semester I sekaligus menekankan beberapa aspek penting yang menjadi fokus pembinaan. Pertama, evaluasi realisasi produksi dan penerimaan dibandingkan dengan target Rencana Kerja Usaha (RKU) Tahun 2026 guna mengetahui kesenjangan capaian masing-masing KPH. Kedua, peningkatan penatausahaan dan kualitas hasil hutan kayu melalui penerapan standar administrasi, kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), serta peningkatan kualitas produk agar memiliki daya saing. Ketiga, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai prioritas dalam seluruh proses produksi. Keempat, penyusunan strategi pencapaian target Semester II melalui langkah-langkah konkret dan inovatif agar target RKU dapat tercapai bahkan terlampaui.

Administratur/Kepala KPH Kendal Muhadi menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh hasil evaluasi dan arahan yang diberikan.

“Kami menerima seluruh masukan dari Divisi Regional Jawa Tengah. Berbagai kendala di lapangan akan segera kami carikan solusinya, terutama terkait percepatan produksi dan penatausahaan hasil hutan kayu. Pada Semester II kami akan bekerja lebih optimal agar target RKU Tahun 2026 di KPH Kendal dapat tercapai, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan evaluasi tersebut memberikan manfaat yang besar bagi seluruh peserta karena menjadi sarana untuk mengetahui capaian kinerja sekaligus memperoleh arahan langsung dalam menyusun langkah perbaikan pada Semester II.

Sementara itu, salah satu pedagang kayu di Kabupaten Kendal, Budi Santoso, berharap kegiatan pembinaan dan evaluasi yang dilakukan Perhutani dapat berdampak pada peningkatan kualitas produk serta kelancaran distribusi hasil hutan kayu. Menurutnya, pengelolaan hasil hutan yang semakin profesional dan tertib akan memberikan kepastian pasokan kayu bagi pelaku usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.

“Kami berharap kualitas kayu yang dipasarkan Perhutani terus meningkat dan pasokannya tetap terjaga. Dengan pengelolaan yang semakin baik, pelaku usaha akan lebih mudah memenuhi kebutuhan pelanggan, sehingga dapat memberikan manfaat bagi dunia usaha sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkap Budi Santoso.

Melalui kegiatan pembinaan dan evaluasi ini, Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah berharap seluruh KPH di Rayon I dan II semakin meningkatkan profesionalisme, akuntabilitas, dan kinerja dalam pengelolaan hasil hutan kayu sehingga target perusahaan dapat tercapai dengan tetap mengedepankan prinsip pengelolaan hutan yang lestari. (Kdl/Tmy).

Editor: Diono

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *