Perhutani Gelar Rapat Koordinasi LMDH se-KPH Randublatung

RANDUBLATUNG, (22/09/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung menggelar rapat koordinasi Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) se-KPH Randublatung di Rumah Makan Kebun Anggur, Senin (21/09). Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antara Perhutani dan LMDH dalam mendukung pelaksanaan berbagai program kemitraan.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Subseksi Kemitraan Produktif, Juwarno, Ketua Asosiasi LMDH Wahana Makarti Wana, Sumaji, para ketua LMDH se-KPH Randublatung, serta jajaran staf Kemitraan Produktif.

Mewakili Administratur KPH Randublatung, Rovi Tri Kuncoro, Kepala Subseksi Kemitraan Produktif, Juwarno, menyampaikan bahwa dirinya merupakan pejabat baru di bidang Kemitraan Produktif. Ia berharap koordinasi dan komunikasi dengan seluruh LMDH ke depan dapat semakin baik sehingga berbagai kegiatan kemitraan dapat berjalan secara optimal.

“Sebagai KSS Kemitraan Produktif yang baru, saya siap untuk berkoordinasi dan mengawal kegiatan LMDH agar semakin maju. Kami juga berharap pemanfaatan dana sharing dapat dilakukan secara tepat sehingga memberikan manfaat bagi LMDH dan masyarakat,” ujar Juwarno.

Lebih lanjut, Juwarno mendorong LMDH agar lebih aktif berkoordinasi dengan jajaran Perhutani dalam proses pengajuan kerja sama pada petak-petak yang akan dikerjasamakan, baik melalui KKP maupun KKPP.

Menurutnya, koordinasi dengan Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH), Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH), dan mandor di lapangan penting dilakukan agar LMDH memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi serta lokasi petak yang akan diajukan untuk kerja sama. Dengan demikian, proses pengajuan dapat berjalan lebih tertib dan sesuai dengan ketentuan.

“Kami berharap LMDH yang belum memiliki PKS KKP maupun KKPP dapat segera berkoordinasi dengan petugas Perhutani di lapangan untuk mempersiapkan pengajuan kerja sama. Hal ini juga berkaitan dengan peluang pengajuan pupuk bersubsidi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi LMDH Wahana Makarti Wana, Sumaji, menjelaskan bahwa LMDH penerima sharing perlu melengkapi persyaratan yang diperlukan agar proses pencairan dapat berjalan lancar. Selain itu, Sumaji mengajak seluruh LMDH untuk terus menjaga kekompakan, meningkatkan komunikasi, dan saling berbagi informasi.

“Harapannya ke depan seluruh LMDH semakin kompak dan aktif berkomunikasi, sehingga informasi maupun program yang berkaitan dengan LMDH dapat diketahui bersama,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua LMDH Wana Sumber Rejeki, Trimo, menyampaikan harapannya agar program ketahanan pangan dapat didukung dengan kepastian kerja sama agroforestry. Ia berharap areal yang berada di wilayah BKPH Pucung dapat memperoleh persetujuan PKS agroforestry sehingga para penggarap dapat mengajukan RDKK dan memperoleh pupuk bersubsidi sesuai ketentuan.

“Kami berharap kerja sama agroforestry dapat segera mendapatkan persetujuan, sehingga dalam pengajuan RDKK nantinya seluruh penggarap dapat memperoleh pupuk bersubsidi sesuai haknya. Kami tentu ingin program ini berjalan baik dan tidak menimbulkan kendala di tengah masyarakat,” ujar Trimo.

Senada dengan hal tersebut, Ketua LMDH Rimba Bantala, Yahmin, menyampaikan bahwa pemberian pupuk bersubsidi dilakukan oleh Dinas Pertanian berdasarkan pengajuan RDKK. Oleh karena itu, ia berharap seluruh proses dapat dilaksanakan secara tertib dan sesuai dengan ketentuan.

“Kami sependapat dengan apa yang disampaikan Saudara Trimo. Apabila pupuk bersubsidi dapat diperoleh, tentu harus disalurkan sesuai dengan hak masing-masing penggarap. Yang terpenting, kuota yang tersedia dapat dimanfaatkan secara tepat dan tidak disalahgunakan,” ungkap Yahmin.

Sementara itu, Ketua LMDH Langgeng Jati, Sutamsu, menekankan pentingnya komunikasi dan silaturahmi antara Perum Perhutani dan LMDH sebagai mitra dalam pengelolaan kawasan hutan. Ia berharap setiap pergantian pejabat, baik di tingkat manajemen maupun jajaran pemangku wilayah di lapangan, dapat diikuti dengan komunikasi dan silaturahmi bersama LMDH.

“Kami berharap sebagai mitra, LMDH dapat terus dilibatkan dalam komunikasi. Jika ada pejabat baru, baik di lapangan maupun manajemen, kami berharap dapat saling bersilaturahmi dan memperkenalkan diri. Dengan demikian, hubungan antara Perhutani dan LMDH dapat semakin baik dan harmonis,” kata Sutamsu.

Menurut Sutamsu, komunikasi yang baik antara Perhutani dan LMDH akan membantu membangun pemahaman bersama dalam menjalankan berbagai program kemitraan di lapangan.

“Perhutani dan LMDH merupakan mitra. Karena itu, penting bagi kita untuk saling mengenal, berkomunikasi, dan menjaga hubungan yang harmonis agar berbagai kegiatan dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Perhutani KPH Randublatung bersama LMDH diharapkan dapat terus meningkatkan komunikasi dan sinergi serta mendorong pelaksanaan program kemitraan yang memberikan manfaat bagi kelestarian hutan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat desa hutan. (Rdb/Jun)

Editor: Baim
Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *