KEBONHARJO (18/08/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo bersama para petani hutan (pesanggem) menggelar tasyakuran sedekah bumi di kawasan hutan KPH Kebonharjo. Tradisi tahunan tersebut berlangsung khidmat sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen sekaligus doa bersama untuk keselamatan dan kelestarian hutan di Petak 113A Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tahunan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tuder, Selasa (18/08).
Acara dihadiri Kepala BKPH Tuder beserta jajaran, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Sale, pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Jati Mulyo Desa Jinanten, serta puluhan pesanggem. Kegiatan diawali dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng. Berbagai hasil bumi, seperti padi, jagung, umbi-umbian, buah-buahan, serta jajanan tradisional turut disajikan sebagai simbol keberkahan alam.
Administratur KPH Kebonharjo yang diwakili Kepala BKPH Tuder, Sutikno, menyampaikan bahwa kegiatan sedekah bumi bukan sekadar ritual adat dan tradisi kebudayaan lokal, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kemitraan antara Perhutani dengan masyarakat sekitar hutan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap kerja sama antara Perhutani dan para pesanggem semakin harmonis. Hutan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui hasil pertanian, tetapi juga harus terus kita jaga bersama agar fungsinya sebagai penyeimbang ekosistem tetap terjaga,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua LMDH Jati Mulyo, Samsi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran pengelolaan sumber daya hutan sekaligus wujud sinergi yang solid antara Perhutani dan masyarakat sekitar.
“Kami berharap kerja sama yang telah terjalin baik selama ini dapat terus ditingkatkan, sehingga pengawasan dan pengelolaan hutan berbasis pemberdayaan masyarakat berjalan lebih optimal dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar hutan,” harap Samsi.
Sementara itu, perwakilan pesanggem, Subandi, mengapresiasi dukungan Perhutani yang selama ini memberikan ruang dan pembinaan kepada masyarakat untuk mengelola lahan di bawah tegakan hutan secara bijak dan ramah lingkungan.
Rangkaian acara ditutup dengan makan bersama atau kembul bujana dengan sajian hasil bumi yang telah didoakan. Kehangatan dan rasa kekeluargaan tampak dalam kebersamaan petugas Perhutani dan masyarakat desa sekitar hutan. Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk menjaga kelestarian hutan demi kesejahteraan masyarakat. (Kbh/Ari)
Editor: Annisha
Copyright © 2026
















Leave a Reply