Perhutani KPH Banyumas Timur Perkuat Pengecekan Sadapan untuk Jaga Mutu Getah Pinus

BANYUMAS TIMUR  (19/08/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur terus melakukan pengecekan sadapan untuk menjaga produktivitas dan mutu getah pinus pada Selasa (18/08). Pengecekan yang dilakukan di lokasi sadapan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Serang tersebut turut memperhatikan perubahan warna getah sebagai salah satu indikator awal kondisi hasil sadapan, meskipun warna bukan satu-satunya penentu mutu.

Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gunung Slamet Timur KPH Banyumas Timur Bambang Sutanto mengatakan bahwa perubahan warna getah perlu dilihat bersama dengan kondisi lainnya. Menurutnya, perubahan warna tidak selalu menunjukkan bahwa mutu getah menurun karena terdapat sejumlah faktor yang dapat memengaruhinya.

“Warna bisa menjadi salah satu hal yang diperhatikan saat mengecek getah. Namun, kita tidak bisa menentukan mutu hanya dari warna. Lama getah berada di lapangan, paparan udara, kebersihan, kondisi wadah, dan lingkungan juga perlu diperhatikan,” ujarnya.

Getah pinus pada awalnya keluar dalam bentuk cairan yang relatif jernih hingga kekuningan. Setelah berada di permukaan batang atau wadah penampungan, getah dapat mengalami perubahan secara bertahap. Kontak dengan udara dan perubahan kondisi lingkungan dapat memengaruhi tampilan fisik serta kekentalan getah.

Semakin lama berada di udara terbuka, getah dapat mengalami perubahan warna dan kekentalan. Getah yang masih menempel pada batang juga dapat memiliki tampilan berbeda dibandingkan dengan getah yang baru terkumpul di wadah penampungan.

Kebersihan menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan. Debu, serpihan kulit batang, daun, maupun material lain yang masuk ke dalam getah dapat memengaruhi tampilannya. Karena itu, kebersihan bidang sadap dan wadah penampungan perlu dijaga sejak awal proses penyadapan.

Kondisi cuaca juga dapat memengaruhi hasil sadapan. Air hujan berpotensi membuat getah bercampur dengan air, sedangkan kondisi panas dan kering dapat mempercepat perubahan fisik getah yang berada di permukaan.

Dengan demikian, penilaian kondisi getah tidak cukup dilakukan hanya berdasarkan warna. Warna dapat menjadi tanda awal yang perlu diperhatikan, sedangkan penilaian mutu membutuhkan pemeriksaan secara lebih menyeluruh, termasuk kebersihan dan kondisi hasil saat dikumpulkan.

Hal tersebut penting bagi penyadap karena mereka merupakan pihak yang pertama kali melihat perubahan kondisi getah di lapangan. Apabila terdapat perubahan yang tidak biasa, penyadap dapat memeriksa kembali kondisi bidang sadap, wadah penampungan, kebersihan, dan lingkungan sekitar.

Dalam kegiatan pengecekan tersebut, penyadap Basirun menyatakan siap melakukan ludang pada periode ini dengan rencana hasil sekitar dua fiber. Menurutnya, pengecekan bidang sadap membantu mempersiapkan kegiatan pengumpulan hasil.

“Sadapan perlu dilihat kondisinya sebelum hasil dikumpulkan. Kalau bidang dan wadah bersih, pengumpulan juga lebih mudah. Untuk periode ini saya siap ludang, rencananya sekitar dua fiber,” ujar Basirun.

Proses produksi getah tidak berhenti ketika resin keluar dari batang pohon. Hasil sadapan perlu dikumpulkan dan ditangani dengan baik agar kondisinya tetap terjaga hingga dibawa ke tempat penerimaan.

Bagi masyarakat awam, perubahan warna getah mungkin terlihat sebagai hal sederhana. Namun, warna dan kondisi fisiknya dapat memberikan informasi awal kepada penyadap mengenai kondisi hasil selama berada di lapangan.

Kepala RPH Serang Agus Ruswanto menambahkan bahwa Perhutani terus mendorong pengecekan sadapan secara langsung. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan penyadapan berjalan dengan teknik yang tepat sekaligus menjaga hasil sejak dari pohon hingga proses pengumpulan.

Melalui pesan “Cerita Penjaga Hutan”, Perhutani mengajak masyarakat memahami bahwa getah pinus melalui proses panjang sebelum sampai ke tempat penerimaan. Setiap perubahan yang terlihat, termasuk warna dan kondisi fisik getah, menjadi bagian dari perhatian penyadap dalam menjaga produktivitas dan mutu hasil sadapan. (Byt/Mei)

Editor: Annisha
Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *