KEDU SELATAN, (4/7/2026) | Dalam rangka mengoptimalkan produksi getah pinus pada musim kemarau, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Watubelah bersama jajaran petugas lapangan melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengarahan kepada para penyadap. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui pertemuan penyadap yang bertempat di rumah Ketua Sadap PT 48 Pasar Setan, RPH Watubelah, BKPH Banjarnegara, KPH Kedu Selatan, Kamis (02/07).
Musim kemarau merupakan periode yang sangat potensial untuk meningkatkan hasil produksi getah pinus karena kondisi cuaca yang relatif kering dapat mendukung kelancaran aliran getah. Oleh sebab itu, KRPH Watubelah memanfaatkan momentum tersebut dengan memberikan pembinaan kepada para penyadap agar mampu bekerja secara optimal, tetap memperhatikan teknik penyadapan yang benar, serta menjaga kelestarian tegakan pinus.
Administratur KPH kedu Selatan, melalui KRPH Watubelah Slamet Widodo menekankan pentingnya kedisiplinan dalam melaksanakan penyadapan sesuai standar operasional. Para penyadap diimbau untuk menjaga kualitas koakan sadap, menggunakan peralatan yang layak, serta melakukan pemeliharaan bidang sadap agar produktivitas pohon tetap terjaga dalam jangka panjang.
“Selain mengejar target produksi, aspek keselamatan kerja dan kelestarian hutan juga harus menjadi perhatian utama. Produksi yang meningkat harus sejalan dengan upaya menjaga keberlanjutan sumber daya hutan,” ujarnya.
Pertemuan tersebut juga menjadi wadah komunikasi antara petugas Perhutani dan para penyadap untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Melalui dialog yang berlangsung secara terbuka, diharapkan setiap permasalahan dapat segera dicarikan solusi sehingga kegiatan penyadapan dapat berjalan lancar dan target produksi getah pinus dapat tercapai.
Selain pembinaan teknis, KRPH Watubelah mengajak seluruh penyadap untuk meningkatkan rasa memiliki terhadap kawasan hutan. Para penyadap diharapkan turut berperan aktif dalam menjaga keamanan hutan, mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau, serta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu kelestarian kawasan hutan.
Sementara itu, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat, Suyatno, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pembinaan yang terus diberikan Perhutani kepada para penyadap. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi motivasi bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian hutan.
“Kami berharap melalui pembinaan ini para penyadap semakin semangat bekerja, produksi getah pinus meningkat, dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan ikut bertambah. Kami juga siap mendukung Perhutani dalam menjaga keamanan dan kelestarian hutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Dengan adanya kegiatan pembinaan ini, diharapkan semangat kerja para penyadap semakin meningkat sehingga mampu mendukung pencapaian target produksi getah pinus KPH Kedu Selatan. Sinergi antara Perhutani dan para penyadap menjadi modal penting dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang produktif, lestari, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan tanpa mengabaikan fungsi ekologis kawasan hutan. (Kds/Bhs)
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply