Perhutani KPH Kedu Utara Perkuat Pelestarian Budaya dan Ekonomi Masyarakat melalui Wisata Umbul Jumprit

KEDU UTARA, TEMANGGUNG (11/05/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan melalui pengelolaan wana wisata Umbul Jumprit yang berada di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kwadungan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanggung, masuk wilayah administratif Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Temanggung, pada Senin (11/05).

Umbul Jumprit merupakan salah satu destinasi wisata alam dan spiritual yang memiliki nilai sejarah serta budaya tinggi bagi masyarakat. Selain dikenal sebagai kawasan sumber mata air pegunungan yang masih alami, lokasi ini juga menjadi tempat pelaksanaan berbagai kegiatan budaya dan tradisi masyarakat, termasuk menjadi salah satu lokasi penting dalam rangkaian perayaan Hari Raya Waisak umat Buddha.

Mata air Umbul Jumprit setiap tahunnya digunakan untuk pengambilan air suci yang selanjutnya dibawa ke Candi Mendut dan Candi Borobudur dalam prosesi ritual Waisak. Tradisi tersebut menjadikan Umbul Jumprit memiliki nilai spiritual yang sangat penting serta menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun peziarah dari berbagai daerah.

Administratur KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, menyampaikan bahwa Perhutani mendukung penuh keberadaan Umbul Jumprit sebagai kawasan wisata alam, budaya, dan spiritual dengan tetap mengedepankan prinsip kelestarian hutan.

“Umbul Jumprit bukan hanya wisata alam, tetapi juga memiliki nilai budaya dan spiritual yang tinggi, khususnya dalam rangkaian kegiatan Waisak. Perhutani berkomitmen menjaga kelestarian kawasan hutan dan sumber mata air agar tetap terawat dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujar Andrie Syailendra.

Menurutnya, pengelolaan wana wisata Umbul Jumprit menjadi bukti nyata kontribusi Perhutani dalam menjaga keseimbangan antara fungsi ekologis, sosial, budaya, dan ekonomi kawasan hutan.

Selain menjadi lokasi kegiatan budaya dan keagamaan, keberadaan wisata Umbul Jumprit juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekitar melalui keterlibatan UMKM, pedagang lokal, jasa parkir, hingga pelaku usaha kecil lainnya.

Kepala BKPH Temanggung, Youdiyanto, menambahkan bahwa Perhutani bersama masyarakat terus menjaga keamanan dan kenyamanan kawasan, terlebih menjelang pelaksanaan rangkaian kegiatan Waisak yang biasanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan umat Buddha.

“Jajaran petugas Perhutani rutin melakukan pemantauan kawasan bersama masyarakat sekitar agar keamanan dan kenyamanan pengunjung tetap terjaga, khususnya menjelang kegiatan Waisak. Sinergi bersama masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan wisata ini,” jelas Youdiyanto.

Ia juga menegaskan bahwa kelestarian sumber mata air menjadi perhatian utama karena Umbul Jumprit memiliki fungsi penting sebagai kawasan resapan dan penyedia air bagi masyarakat.

Sementara itu, juru kunci Umbul Jumprit, Mbah Tumar, menyampaikan apresiasinya kepada Perhutani yang selama ini terus mendukung pelestarian kawasan dan menjaga nilai budaya yang ada di Umbul Jumprit.

“Kami sangat berterima kasih kepada Perhutani karena terus menjaga kelestarian Umbul Jumprit. Kawasan tetap asri, dan masyarakat juga merasakan manfaat ekonomi dari para pengunjung,” ungkapnya.

Dengan pengelolaan yang mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan, budaya, dan pemberdayaan masyarakat, wana wisata Umbul Jumprit diharapkan terus menjadi destinasi unggulan di Kabupaten Temanggung serta menjadi simbol harmonisasi antara alam, budaya, spiritual, dan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan. (Kdu/Nurul)

Editor: Diono

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *