Perhutani KPH Kedu Utara Perkuat Pengelolaan Wisata Alam melalui Kunjungan Tim BPHL Wilayah VIII

KEDU UTARA, WONOSOBO (10/07/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara menerima kunjungan Tim Optimalisasi Kegiatan Multi Usaha Kehutanan dari Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah VIII Surabaya pada 8–11 Juli 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan dan evaluasi terhadap pengembangan berbagai potensi usaha kehutanan yang dikelola secara berkelanjutan di wilayah kerja Perhutani, Kamis (09/07).

Salah satu lokasi yang menjadi tujuan kunjungan adalah Basecamp Pendakian Gunung Kembang via Blembem yang berada di kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Anggrunggondok, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo. Secara administratif, lokasi tersebut berada di Desa Damarkasiyan, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo.

Dalam kunjungan tersebut, Tim BPHL Wilayah VIII Surabaya meninjau secara langsung pengelolaan wisata pendakian berbasis kawasan hutan, meliputi tata kelola kelembagaan, pelayanan kepada pengunjung, aspek keselamatan pendaki, serta sinergi yang telah dibangun antara Perhutani dan masyarakat desa sekitar hutan melalui pemanfaatan jasa lingkungan.

Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis yang juga merangkap sebagai Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Hutan, Maria Heny Sustikarini, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum yang baik untuk memperkuat pengelolaan multi usaha kehutanan yang produktif dengan tetap mengedepankan prinsip kelestarian hutan.

“Perhutani KPH Kedu Utara menyambut baik kunjungan Tim BPHL Wilayah VIII Surabaya sebagai bagian dari upaya bersama dalam mengoptimalkan kegiatan multi usaha kehutanan. Pengelolaan wisata alam, termasuk Basecamp Pendakian Gunung Kembang via Blembem, merupakan salah satu bentuk pemanfaatan jasa lingkungan yang tidak hanya mendukung kelestarian kawasan hutan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan melalui kolaborasi yang berkelanjutan,” ujar Maria Heny Sustikarini.

Ia menambahkan bahwa Perhutani terus berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata alam dengan mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, pelayanan, serta pemberdayaan masyarakat sehingga kawasan hutan mampu memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu, perwakilan Tim BPHL Wilayah VIII Surabaya, Dewi Puspita, mengapresiasi langkah Perhutani KPH Kedu Utara dalam mengembangkan potensi multi usaha kehutanan, khususnya pada sektor wisata alam berbasis kelestarian hutan.

“Kami melihat adanya komitmen yang baik dari Perhutani dalam mengelola potensi jasa lingkungan melalui wisata pendakian. Kolaborasi dengan masyarakat sekitar hutan telah berjalan dengan baik dan diharapkan terus ditingkatkan sehingga mampu menjadi contoh pengelolaan multi usaha kehutanan yang produktif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” ungkap Dewi Puspita.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Perhutani dan BPHL dalam mendorong optimalisasi multi usaha kehutanan sebagai bagian dari implementasi pengelolaan hutan lestari. Perhutani KPH Kedu Utara berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai potensi kawasan hutan secara profesional, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan, sehingga hutan tetap lestari sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan sektor kehutanan. (Kdu/Nurul)

Editor: Diono

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *