KEDU UTARA (22/09/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan uji coba inovasi penyadapan getah pinus menggunakan metode Bor GTS (Gravitasi Tube System) di Petak 15i, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pagergunung, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ambarawa, Jumat (18/09). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam mengenalkan alternatif metode penyadapan getah pinus yang selama ini dilakukan secara manual.
Perhutani KPH Kedu Utara melakukan uji coba untuk mengetahui secara langsung penerapan metode penyadapan Bor GTS di lapangan, mulai dari proses penyadapan hingga pengaliran getah. Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan kajian dalam pengembangan teknik penyadapan getah pinus di wilayah kerja Perhutani.
Administratur KPH Kedu Utara, Dimyati, menyampaikan bahwa uji coba tersebut merupakan bagian dari upaya Perhutani dalam membuka peluang penerapan inovasi pada kegiatan penyadapan getah pinus.
“Melalui uji coba sadap Bor GTS ini, Perhutani ingin mengetahui secara langsung bagaimana metode tersebut diterapkan di lapangan. Harapannya, inovasi ini dapat meningkatkan pendapatan para mitra sadap. Hasil uji coba akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penerapan selanjutnya,” ungkap Dimyati.
Mitra sadap, Giyanto, menyatakan kesiapannya untuk mencoba menerapkan metode penyadapan Bor GTS. Keterlibatan mitra sadap menjadi bagian penting dalam mengenalkan inovasi sekaligus memperoleh pengalaman langsung mengenai penerapan teknik penyadapan tersebut.
“Saya akan mencoba menerapkan metode sadap Bor GTS ini. Dari hasil uji coba terlihat bahwa hasil sadapan lebih bagus dan banyak. Harapannya, pendapatan kami meningkat,” ujar Giyanto.
Perhutani KPH Kedu Utara berharap uji coba tersebut dapat memberikan gambaran mengenai potensi penerapan metode Bor GTS sebagai inovasi dalam penyadapan getah pinus. Hasil pelaksanaan di lapangan akan menjadi pertimbangan dalam pengembangan metode penyadapan yang efektif dengan tetap memperhatikan produktivitas, keselamatan kerja, serta keberlanjutan pengelolaan hutan. (Kdu/Nurul)
Editor: Nisa
Copyright © 2026
















Leave a Reply