KENDAL, (02/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal bersama pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Surowono, Desa Manggis, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, melaksanakan Evaluasi Tanaman (EvaTan) II Tahun 2025 pada tanaman jati stek pucuk di petak 1Q seluas 11,7 hektare wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pucungkerep, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Subah, Selasa (02/06).
Kegiatan evaluasi tanaman dilakukan oleh jajaran KPH Kendal bersama petugas BKPH Subah dan anggota LMDH Surowono. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya rutin Perhutani untuk memastikan keberhasilan program penanaman serta menjaga kualitas tegakan jati, baik di kawasan hutan produksi maupun hutan lindung di wilayah kerja Perhutani.
Administratur KPH Kendal melalui Kepala BKPH Subah, Budi Karyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menilai persentase tumbuh tanaman, mengidentifikasi serangan hama dan penyakit, serta memastikan kegiatan pemeliharaan berjalan secara optimal. Ia juga menjelaskan bahwa Perhutani kini memanfaatkan teknologi digital dalam pelaksanaan evaluasi tanaman guna meningkatkan efisiensi pengumpulan data di lapangan.
“Saat ini Perhutani menggunakan teknologi digital melalui aplikasi AppSheet untuk mempermudah proses penginputan dan pelaporan data evaluasi tanaman sehingga pelaksanaan monitoring menjadi lebih efektif dan akurat,” jelas Budi Karyanto.
Sementara itu, Kepala Sub Seksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Lingkungan sekaligus Ketua Tim Evaluasi dan Penilaian Tanaman, Edi Suwito, menyampaikan bahwa Perhutani secara berkala melaksanakan evaluasi tanaman untuk memastikan keberhasilan pertumbuhan tanaman melalui kegiatan pengukuran, dokumentasi foto, penilaian persentase tumbuh, serta identifikasi kondisi riil di lapangan.
Menurutnya, hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam merumuskan langkah-langkah perbaikan dan pemeliharaan yang diperlukan guna mendukung keberlanjutan fungsi ekonomi dan ekologis hutan. Proses penilaian juga melibatkan jajaran teknis mulai dari tingkat RPH hingga KPH serta melibatkan LMDH setempat.
Sebagai mitra Perhutani dalam pengelolaan hutan lestari, LMDH Surowono turut dilibatkan agar dapat mengetahui sekaligus mengawal keberhasilan tanaman di wilayah pangkuan desanya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua LMDH Surowono, Slamet, menyampaikan bahwa mendukung keberhasilan tanaman di wilayah pangkuan desa merupakan tanggung jawab bersama.
“Sebagai mitra Perhutani, sudah menjadi kewajiban bagi LMDH untuk ikut mendukung keberhasilan tanaman di wilayah pangkuan desa. Untuk itu, kami akan terus berupaya terlibat dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan Perhutani, termasuk dalam pelaksanaan Evaluasi Tanaman II Tahun 2025 ini,” ujar Slamet.
Melalui kegiatan evaluasi tanaman ini, Perhutani berharap tingkat keberhasilan tanaman jati di wilayah BKPH Subah dapat terus terjaga dan meningkat, sehingga mampu mendukung terwujudnya pengelolaan hutan yang produktif, lestari, dan berkelanjutan. (Kdl/Tmy)
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply