KENDAL (18/05/2026) | Dalam rangka mengawal keberhasilan kegiatan tanaman, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) bidang tanaman guna memastikan pertumbuhan tanaman jati berjalan optimal. Salah satunya melalui pengecekan tanaman jati tahun kedua (tahun tanam 2025) di petak 98E seluas 8,24 hektare wilayah RPH Pongagan BKPH Kalibodri, Senin (18/05).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh jajaran petugas KPH Kendal bersama jajaran BKPH Kalibodri, masyarakat penggarap (pesanggem) yang mengelola lahan dengan sistem tumpangsari, serta anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Mekar Jaya Desa Sidomakmur.
Perum Perhutani secara rutin melaksanakan monitoring dan evaluasi tanaman jati untuk memastikan keberhasilan pertumbuhan, produktivitas, serta kelestarian hutan tanaman jati. Kegiatan ini bertujuan memantau kondisi pertumbuhan tanaman pokok jenis Jati Plus Perhutani (JPP) yang dikembangkan menggunakan metode stek pucuk. Metode tersebut dinilai mampu menghasilkan bibit unggul dengan pertumbuhan lebih cepat, batang lebih lurus, serta kualitas kayu yang lebih baik dibandingkan tanaman jati lainnya.
Monitoring dilakukan secara langsung oleh Kepala Sub Seksi Tanaman dan Bina Sumber Daya Hutan KPH Kendal bersama petugas BKPH Kalibodri melalui pengecekan kondisi pertumbuhan tanaman jati, tingkat keberhasilan tanaman, kebersihan areal, serta potensi gangguan keamanan hutan. Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi untuk memastikan program penanaman tahun 2025 berjalan sesuai target dan standar silvikultur Perhutani.
Administratur/KKPH Kendal melalui Kepala BKPH Kalibodri menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut merupakan bagian penting dalam memastikan kualitas tegakan pohon jati di wilayah Kalibodri tetap optimal.
“Administratur/KKPH Kendal melalui Kepala BKPH Kalibodri menyampaikan bahwa monitoring tanaman tahun kedua sangat penting untuk mengukur keberhasilan tanaman tahun 2025. Seluruh proses pemeliharaan harus dipastikan berjalan baik agar tanaman tumbuh sesuai harapan. Sinergi dengan LMDH juga terus ditingkatkan agar pengelolaan hutan berjalan maksimal,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut dilakukan pengecekan tingkat keberhasilan tumbuh tanaman untuk memastikan persentase hidup tanaman jati berada pada angka optimal sekaligus mengidentifikasi tanaman mati sebagai bahan evaluasi penyulaman. Selain itu, dilakukan pula pengecekan perkembangan tinggi batang, diameter, serta kondisi kesehatan daun dan tajuk guna mengukur pertumbuhan tanaman.
Petugas juga melakukan evaluasi kebersihan petak tanaman dari gulma maupun semak belukar yang berpotensi mengganggu ruang tumbuh tanaman muda.
Ketua LMDH Mekar Jaya Desa Sidomakmur, Supriyadi, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung keberhasilan tanaman jati melalui kerja sama dan pemeliharaan bersama di lapangan.
“Kami bersama masyarakat pesanggem siap membantu Perhutani menjaga dan merawat tanaman agar tumbuh optimal. Harapannya, keberhasilan tanaman ini dapat memberikan manfaat bagi kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan,” ungkapnya.
Dengan kegiatan monitoring dan evaluasi tanaman tahun kedua ini, Perhutani KPH Kendal berharap keberhasilan tanaman tahun 2025 dapat terus meningkat serta memberikan kontribusi positif terhadap kelestarian hutan dan pemberdayaan masyarakat desa hutan di wilayah BKPH Kalibodri. (Kdl/Tmy)
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply